Oposisi Suriah bersumpah untuk bertempur gulingkan Assad
Kamis, 20 Juni 2013 - 11:21 WIB
Oposisi Suriah bersumpah untuk bertempur gulingkan Assad
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Suriah pada Rabu (19/6/2013) bersumpah untuk terus bertempur guna menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Menurut mereka, solusi untuk mengakhiri konflik di Suriah, Rezim Assad harus lengser.
Menurut pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pihak Koalisi Nasional berkomitmen terus melawan tentara pemerintah. ”Koalisi Nasional Suriah berkomitmen, bahwa solusi politik untuk mengakhiri pertumpahan darah, dan memenuhi aspirasi rakyat Suriah adalah menjatuhkan Rezim Assad,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip alarabiya Kamis (20/6/2013).
Kelompok itu juga meminta PBB untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Assad di wilayah yang dikuasai pemberontak. ”(Kami) berhak untuk menggunakan semua cara yang bisa untuk menggulingkan Assad,” ujarnya, mengutip pernyataan pihak Oposisi.
”Rezim Assad telah membunuh warga sipil dengan menggunakan rudal balistik, senjata kimia dan pesawat tempur. Ini adalah satu-satunya sumber terorisme di Suriah,” lanjut pernyataan itu.
Pihak Observatorium melanjutkan, di luar Distrik Qabun dekat Damaskus, sedikitnya dua pejuang pemberontak tewas, dan beberapa lainnya terluka. ”Distrik ini, terus terjadi penembakan selama beberapa jam terakhir,” ujar pihak Observatorium yang berbasis di Inggris itu.
Menurut pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pihak Koalisi Nasional berkomitmen terus melawan tentara pemerintah. ”Koalisi Nasional Suriah berkomitmen, bahwa solusi politik untuk mengakhiri pertumpahan darah, dan memenuhi aspirasi rakyat Suriah adalah menjatuhkan Rezim Assad,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip alarabiya Kamis (20/6/2013).
Kelompok itu juga meminta PBB untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Assad di wilayah yang dikuasai pemberontak. ”(Kami) berhak untuk menggunakan semua cara yang bisa untuk menggulingkan Assad,” ujarnya, mengutip pernyataan pihak Oposisi.
”Rezim Assad telah membunuh warga sipil dengan menggunakan rudal balistik, senjata kimia dan pesawat tempur. Ini adalah satu-satunya sumber terorisme di Suriah,” lanjut pernyataan itu.
Pihak Observatorium melanjutkan, di luar Distrik Qabun dekat Damaskus, sedikitnya dua pejuang pemberontak tewas, dan beberapa lainnya terluka. ”Distrik ini, terus terjadi penembakan selama beberapa jam terakhir,” ujar pihak Observatorium yang berbasis di Inggris itu.
(esn)