Redam demo, Pemerintah Brazil kerahkan pasukan
Rabu, 19 Juni 2013 - 17:57 WIB
Redam demo, Pemerintah Brazil kerahkan pasukan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Brazil pada Rabu (19/6/2013), mengatakan akan mengerahkan pasukan di lima kota besar untuk mengendalikan gelombang protes yang jumlah massanya bertambah hampir seperempat juta. Massa menuntut pemerintah memberikan layanan publik yang lebih baik.
”Pemerintah Brazil akan mengirim pasukan kekuatan nasional ke Rio de Janeiro, Minas Gerais, Bahia, dan Ceara,” tulis BBC, mengutip pengumuman pemerintah Brazil. Semua kota itu merupakan lokasi penyelanggaraan Piala Konfederasi.
Pengumuman pengerahan pasukan itu muncul, setelah polisi anti-huru hara dan demonstran bentrok di Sao Paulo pada Selasa.
Kementerian Keadilan Brazil, menyatakan, pejabat di Kota Recife, wilayah yang jadi tuan rumah Piala Konfederasi mengklaim tidak meminta dukungan militer untuk mengamankan kota tersebut. Tapi, pemerintah tetap mengerahkan pasukan. Sumber kementerian itu, mengatakan, berapa lama pasukan itu tinggal, semua diserahkan pada pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya, pada Selasa, toko-toko dan bank-bank di Sao Paulo, kota terbesar di Brazil, dirusak kelompok aktivis bertopeng. Sebagian demonstran lain mencoba untuk menghentikan kekerasan.
Presiden Brazil, Dilma Rousseff justru bangga melihat banyak warganya berjuang menyuarakan kepada pemerintah untuk berusaha mengubah nasib negara menjadi lebih baik.
Gelombang protes di Brazil dipicu oleh kemarahan massa terhadap kenaikan harga tarif angkutan umum di Sao Paulo pada 2 Juni lalu. Mereka marah, karena meski tarif naik, pelayanan publik, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan tidak memuaskan. Parahnya, praktik korupsi justru semakin subur.
”Pemerintah Brazil akan mengirim pasukan kekuatan nasional ke Rio de Janeiro, Minas Gerais, Bahia, dan Ceara,” tulis BBC, mengutip pengumuman pemerintah Brazil. Semua kota itu merupakan lokasi penyelanggaraan Piala Konfederasi.
Pengumuman pengerahan pasukan itu muncul, setelah polisi anti-huru hara dan demonstran bentrok di Sao Paulo pada Selasa.
Kementerian Keadilan Brazil, menyatakan, pejabat di Kota Recife, wilayah yang jadi tuan rumah Piala Konfederasi mengklaim tidak meminta dukungan militer untuk mengamankan kota tersebut. Tapi, pemerintah tetap mengerahkan pasukan. Sumber kementerian itu, mengatakan, berapa lama pasukan itu tinggal, semua diserahkan pada pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya, pada Selasa, toko-toko dan bank-bank di Sao Paulo, kota terbesar di Brazil, dirusak kelompok aktivis bertopeng. Sebagian demonstran lain mencoba untuk menghentikan kekerasan.
Presiden Brazil, Dilma Rousseff justru bangga melihat banyak warganya berjuang menyuarakan kepada pemerintah untuk berusaha mengubah nasib negara menjadi lebih baik.
Gelombang protes di Brazil dipicu oleh kemarahan massa terhadap kenaikan harga tarif angkutan umum di Sao Paulo pada 2 Juni lalu. Mereka marah, karena meski tarif naik, pelayanan publik, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan tidak memuaskan. Parahnya, praktik korupsi justru semakin subur.
(esn)