Sekjen PBB akan lakukan pembicaraan dengan pemimpin China
Selasa, 18 Juni 2013 - 02:04 WIB
Sekjen PBB akan lakukan pembicaraan dengan pemimpin China
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon pada Selasa (18/6/2013), akan memulai pembicaraan dengan para pemimpin China di Beijing. Diprediksi, isu Korea Utara (Korut) dan Suriah akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan ini.
Ki-Moon direncanakan akan bertemu dengan Presiden China, Xi Xinping dan pemimpin top negara Tirai Bambu lainnya selama tiga hari lawatan di Beijing.
"Dia akan bertemu presiden, perdana menteri, pejabat senior. Ki-moon juga akan mengunjungi akademi penjaga perdamaian di sana," kata Wakil Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey, seperti dikutip dari One News Page, Senin (17/6/2013).
Del Buey menolak untuk mengungkapkan topik yang akan dibahas Ki-moon dengan para pemimpin China. Namun, para diplomat mengatakan, bahwa memburuknya konflik Suriah dan isu Korut akan jadi bahasan selama kunjungan Ki-moon ke China.
"Ki-moon telah mengambil garis keras terhadap Suriah, di mana China telah memihak Rusia. Tapi, Korut juga merupakan masalah yang mendesak bagi semua orang," kata seorang diplomat Dewan Keamanan PBB yang berbicara pada kondisi anonimitas.
China telah berpihak pada dengan Rusia, dalam tiga kali menggunakan hak veto terhadap usulan resolusi DK PBB yang akan meningkatkan tekanan pada Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Ki-Moon direncanakan akan bertemu dengan Presiden China, Xi Xinping dan pemimpin top negara Tirai Bambu lainnya selama tiga hari lawatan di Beijing.
"Dia akan bertemu presiden, perdana menteri, pejabat senior. Ki-moon juga akan mengunjungi akademi penjaga perdamaian di sana," kata Wakil Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey, seperti dikutip dari One News Page, Senin (17/6/2013).
Del Buey menolak untuk mengungkapkan topik yang akan dibahas Ki-moon dengan para pemimpin China. Namun, para diplomat mengatakan, bahwa memburuknya konflik Suriah dan isu Korut akan jadi bahasan selama kunjungan Ki-moon ke China.
"Ki-moon telah mengambil garis keras terhadap Suriah, di mana China telah memihak Rusia. Tapi, Korut juga merupakan masalah yang mendesak bagi semua orang," kata seorang diplomat Dewan Keamanan PBB yang berbicara pada kondisi anonimitas.
China telah berpihak pada dengan Rusia, dalam tiga kali menggunakan hak veto terhadap usulan resolusi DK PBB yang akan meningkatkan tekanan pada Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(esn)