Pasca bentrok, Polisi Turki tahan 441 demonstran
Senin, 17 Juni 2013 - 15:23 WIB
Pasca bentrok, Polisi Turki tahan 441 demonstran
A
A
A
Sindonews.com- Pejabat di Ankara pada Senin (17/6/2013),mengatakan Polisi Turki sudah menahan 441 demonstran. Mereka ditahan terkait insiden bentrok dengan polisi di Istanbul pada Minggu (16/6/2013).
Sedangkan polisi yang menembakkan meriam air dan gas air mata kepada demosntran yang berusaha masuk ke Taksim Square, dilaporkan sudah dipecat.
Sementara itu dikutip BBC, serikat pekerja di Turki telah menyerukan pemogokan nasional satu hari untuk memprotes tindakan keras polisi terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Konfederasi Serikat Pekerja Publik (KESK) dan Konfederasi Serikat Pekerja Progresif (DISK) menuntut diakhirinya kekerasan oleh polisi.
Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan telah marah membela tindakan keras polisi. Erdogan pada Minggu, mengatakan telah menugaskan penggusuran para demonstran di Taman Gezi. ”Protes, tidak lebih dari upaya minoritas (yang ingin) mendominasi mayoritas (rakyat Turki). Kami tidak bisa membiarkan hal ini, dan kami tidak akan membiarkannya,” kata Erdogan.
Erdogan juga membantah sudah bersikap seperti diktator. Dia mengkritik media asing, dan bersumpah untuk mengidentifikasi satu per satu dari semua kelompok yang telah meneror jalanan di Turki.
Sedangkan polisi yang menembakkan meriam air dan gas air mata kepada demosntran yang berusaha masuk ke Taksim Square, dilaporkan sudah dipecat.
Sementara itu dikutip BBC, serikat pekerja di Turki telah menyerukan pemogokan nasional satu hari untuk memprotes tindakan keras polisi terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Konfederasi Serikat Pekerja Publik (KESK) dan Konfederasi Serikat Pekerja Progresif (DISK) menuntut diakhirinya kekerasan oleh polisi.
Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan telah marah membela tindakan keras polisi. Erdogan pada Minggu, mengatakan telah menugaskan penggusuran para demonstran di Taman Gezi. ”Protes, tidak lebih dari upaya minoritas (yang ingin) mendominasi mayoritas (rakyat Turki). Kami tidak bisa membiarkan hal ini, dan kami tidak akan membiarkannya,” kata Erdogan.
Erdogan juga membantah sudah bersikap seperti diktator. Dia mengkritik media asing, dan bersumpah untuk mengidentifikasi satu per satu dari semua kelompok yang telah meneror jalanan di Turki.
(esn)