Pabrik pupuk di Lousiana meledak, 1 tewas, 5 luka
Sabtu, 15 Juni 2013 - 15:53 WIB
Pabrik pupuk di Lousiana meledak, 1 tewas, 5 luka
A
A
A
Sindonews.com - Satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam ledakan yang mengguncang sebuah pabrik pupuk di Negara Bagian Louisiana, AS pada Jumat (14/6/2013) malam. Demikian laporan media lokal dikutip Xinhua, Sabtu (15/6/2013).
Ledakan, disebabkan pecahnya saluran nitrogen pada pukul 06.15 waktu setempat, di Industri CF, di Donaldsonville, sebuah kota yang terletak di sepanjang tepi barat Sungai Mississippi.
Selain menewaskan satu orang, tiga dari korban luka kondisinya kritis. Juru Bicara Kepolisian Louisiana, Trooper Jared Sandifer, menegaskan korban luka hanya lima orang. Pernyataan itu untuk membantah jumlah korban luka yang oleh media NOLA, ditulis sebanyak tujuh orang.
Polisi mengidentifikasi korban tewas bernama Ronald Morris, 55. Korban adalah seorang karyawan Industri CF. Sebuah pabrik produsen dan distributor pupuk utama untuk pertanian di AS.
Sandifer mengatakan, para pekerja terlalu menekan saluran nitrogen sehingga terjadi ledakan. ”Tidak ada api di tempat kejadian dan tidak ada kebocoran zat kimia yang terdeteksi,” tulis Xinhua mengutip pernyataan pejabat setempat.
Industri CF dalam situsnya mengklaim sebagai produsen pupuk nitrogen terbesar kedua di dunia dan produsen pupuk fosfat ketiga terbesar di antara perusahaan publik.
Insiden ini bukan ledakan mematikan pertama yang terjadi di sebuah pabrik. Pada Mei tahun 2000, ledakan juga terjadi di sebuah pabrik dengan korban tewas tiga orang dan korban luka delapan orang.
Ledakan, disebabkan pecahnya saluran nitrogen pada pukul 06.15 waktu setempat, di Industri CF, di Donaldsonville, sebuah kota yang terletak di sepanjang tepi barat Sungai Mississippi.
Selain menewaskan satu orang, tiga dari korban luka kondisinya kritis. Juru Bicara Kepolisian Louisiana, Trooper Jared Sandifer, menegaskan korban luka hanya lima orang. Pernyataan itu untuk membantah jumlah korban luka yang oleh media NOLA, ditulis sebanyak tujuh orang.
Polisi mengidentifikasi korban tewas bernama Ronald Morris, 55. Korban adalah seorang karyawan Industri CF. Sebuah pabrik produsen dan distributor pupuk utama untuk pertanian di AS.
Sandifer mengatakan, para pekerja terlalu menekan saluran nitrogen sehingga terjadi ledakan. ”Tidak ada api di tempat kejadian dan tidak ada kebocoran zat kimia yang terdeteksi,” tulis Xinhua mengutip pernyataan pejabat setempat.
Industri CF dalam situsnya mengklaim sebagai produsen pupuk nitrogen terbesar kedua di dunia dan produsen pupuk fosfat ketiga terbesar di antara perusahaan publik.
Insiden ini bukan ledakan mematikan pertama yang terjadi di sebuah pabrik. Pada Mei tahun 2000, ledakan juga terjadi di sebuah pabrik dengan korban tewas tiga orang dan korban luka delapan orang.
(esn)