Hadapi AS, Korut bersumpah bangun penangkal nuklir
Sabtu, 15 Juni 2013 - 15:14 WIB
Hadapi AS, Korut bersumpah bangun penangkal nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) pada Sabtu (15/6/2013), bersumpah untuk membangun penangkal nuklirnya dalam menghadapi ancaman perang dari AS dan kebijakan konfrontasi dari Korea Selatan.
Dalam sebuah editorial media di Pyongyang, petinggi partai berkuasa di Korut, Sinmun Rodong, menyebut, latihan perang oleh AS dan Korsel merupakan tindakan sembrono dan bisa memicu perang nuklir setiap saat.
”Selama AS dan bonekanya, Korea Selatan melanjutkan ancaman nuklir dan ancaman perang terhadap kami, kami akan memperkuat pencegahan nuklir melalui cara apapun yang memungkinkan,” katanya, dikutip AFP.
Masih dalam editorial media itu, Rodong menyebut Presiden Korea Selatan, Taman Geun-Hye tidak berbeda dari pendahulunya dalam mengambil kebijakan konfrontasi. Ia menuduh Korsel sengaja menyabotase pembicaraan damai tingkat tinggi yang direncanakan.
”Kecuali ada peralihan mendasar dalam kebijakan konfrontasi Korsel Selatan. (Jika tidak) dialog dan peningkatan hubungan antara Korut dan Korsel tidak dapat direalisasikan selamanya,” ujar Rodong.
Sebelumnya, kedua Korea telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka setelah enam tahun hubungan keduanya memanas. Pembicaraan tingkat tinggi itu, rencananya digelar di Seoul pada Rabu dan Kamis pekan ini. Tapi dibatalkan pada menit terakhir, menyusul adanya sengketa protokol.
Glyn Davies, orang yang ditunjuk AS untuk mengatasi kebijakan Korut, pada Jumat mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang jengkel dengan Pyongyang setelah upaya Pemerintahan Presiden Barack Obama mendamaikan kedua Korea pada 2009 dan 2012 dilecehkan.
”Amerika Serikat tidak akan menerima Korut sebagai negara bersenjata nuklir. Kami tidak akan membalas DPRK dengan perilaku buruknya,” kata Davies.
Dalam sebuah editorial media di Pyongyang, petinggi partai berkuasa di Korut, Sinmun Rodong, menyebut, latihan perang oleh AS dan Korsel merupakan tindakan sembrono dan bisa memicu perang nuklir setiap saat.
”Selama AS dan bonekanya, Korea Selatan melanjutkan ancaman nuklir dan ancaman perang terhadap kami, kami akan memperkuat pencegahan nuklir melalui cara apapun yang memungkinkan,” katanya, dikutip AFP.
Masih dalam editorial media itu, Rodong menyebut Presiden Korea Selatan, Taman Geun-Hye tidak berbeda dari pendahulunya dalam mengambil kebijakan konfrontasi. Ia menuduh Korsel sengaja menyabotase pembicaraan damai tingkat tinggi yang direncanakan.
”Kecuali ada peralihan mendasar dalam kebijakan konfrontasi Korsel Selatan. (Jika tidak) dialog dan peningkatan hubungan antara Korut dan Korsel tidak dapat direalisasikan selamanya,” ujar Rodong.
Sebelumnya, kedua Korea telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka setelah enam tahun hubungan keduanya memanas. Pembicaraan tingkat tinggi itu, rencananya digelar di Seoul pada Rabu dan Kamis pekan ini. Tapi dibatalkan pada menit terakhir, menyusul adanya sengketa protokol.
Glyn Davies, orang yang ditunjuk AS untuk mengatasi kebijakan Korut, pada Jumat mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang jengkel dengan Pyongyang setelah upaya Pemerintahan Presiden Barack Obama mendamaikan kedua Korea pada 2009 dan 2012 dilecehkan.
”Amerika Serikat tidak akan menerima Korut sebagai negara bersenjata nuklir. Kami tidak akan membalas DPRK dengan perilaku buruknya,” kata Davies.
(esn)