Selama Ramadhan, pemerintah & pemberontak Thailand kurangi bentrokan
Sabtu, 15 Juni 2013 - 01:22 WIB
Selama Ramadhan, pemerintah & pemberontak Thailand kurangi bentrokan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Thailand dan pemberontak di wilayah selatan negara itu yang mayoritas umat Muslim, sepakat untuk menurunkan skala kekerasan di wilayah bergolak selama bulan suci Ramadhan yang akan jatuh pada Juli.
"Pada prinsipnya, kedua pihak sepakat soal pengurangan kekerasan selama bulan suci Ramadhan, yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa," kata sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan setelah putaran ketiga pembicaraan damai di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013), seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Hal ini sesuai dengan semangat bulan Ramadhan dan sebagai ungkapan ketulusan, kebijakan, dan kepercayaan pada bagian dari kedua belah pihak," lanjut pernyataan itu. Kedua belah pihak sepakat untuk kembali bertemu setelah Ramadhan.
Sejauh ini, pembicaraan damai yang dimulai pada 28 Maret, telah gagal untuk mengakhiri kekerasan yang hampir setiap hari terjadi di tiga provinsi yang berbatasan dengan Malaysia. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 5.500 orang dalam satu dekade terakhir.
"Pada prinsipnya, kedua pihak sepakat soal pengurangan kekerasan selama bulan suci Ramadhan, yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa," kata sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan setelah putaran ketiga pembicaraan damai di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013), seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Hal ini sesuai dengan semangat bulan Ramadhan dan sebagai ungkapan ketulusan, kebijakan, dan kepercayaan pada bagian dari kedua belah pihak," lanjut pernyataan itu. Kedua belah pihak sepakat untuk kembali bertemu setelah Ramadhan.
Sejauh ini, pembicaraan damai yang dimulai pada 28 Maret, telah gagal untuk mengakhiri kekerasan yang hampir setiap hari terjadi di tiga provinsi yang berbatasan dengan Malaysia. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 5.500 orang dalam satu dekade terakhir.
(esn)