PM Turki & demonstran gelar pembicaraan darurat
Jum'at, 14 Juni 2013 - 15:04 WIB
PM Turki & demonstran gelar pembicaraan darurat
A
A
A
Sindonews.com – Wakil demonstran Turki mengadakan pembicaraan darurat dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (14/6/2013), setelah pada malamnya, suasana genting karena demonstran menolak meninggalkan Istanbul.
Padahal perintah untuk meninggalkan Istanbul itu, merupakan peringatan terakhir dari Erdogan. Ketegangan muncul, saat wakil-wakil untuk Solidaritas Taksim melakukan perjalanan ke Ibu Kota Ankara untuk berbicara dengan Erdogan.
Pembicaraan itu baru pertama kali terjadi sejak demonstrasi anti-pemerintah yang bermula dari protes pembongkaran Taman Gezi, pecah lebih dari dua pekan terakhir. Televisi setempat menayangkan sekitar sebuah selusin orang dari kubu demonstran memasuki tempat tinggal perdana menteri itu.
Sebelumnya, Erdogan telah mengambil sikap agresif terhadap para demonstran di Taman Gezi. ”Saya sedang membuat peringatan terakhir; Bapak, Ibu, silakan menarik anak-anak Anda dari sana," katanya dalam sebuah siaran stasiun televisi. ”Taman Gezi bukan milik pasukan pendudukan. Ini milik semua orang,” lanjut Erdogan, dikutip AFP.
Setelah pembicaraan yang berlangsung beberapa jam, Juru Bicara Partai AKP (partai pimpinan Erdogan) Huseyin Celik menegaskan pemerintah akan melakukan apa pun, termasuk referendum soal rencana pembongkaran taman itu. ”Kami ingin tahu berapa jumlah penduduk Istanbul (yang ikut referendum). Keputusannya sangat penting bagi kami,” katanya.
Di Istanbul, ribuan pengunjuk rasa menghabiskan malam di taman, setelah mereka menolak peringatan terakhir Erdogan meninggalkan Istanbul sebagai imbalan atas tawaran referendum.
Padahal perintah untuk meninggalkan Istanbul itu, merupakan peringatan terakhir dari Erdogan. Ketegangan muncul, saat wakil-wakil untuk Solidaritas Taksim melakukan perjalanan ke Ibu Kota Ankara untuk berbicara dengan Erdogan.
Pembicaraan itu baru pertama kali terjadi sejak demonstrasi anti-pemerintah yang bermula dari protes pembongkaran Taman Gezi, pecah lebih dari dua pekan terakhir. Televisi setempat menayangkan sekitar sebuah selusin orang dari kubu demonstran memasuki tempat tinggal perdana menteri itu.
Sebelumnya, Erdogan telah mengambil sikap agresif terhadap para demonstran di Taman Gezi. ”Saya sedang membuat peringatan terakhir; Bapak, Ibu, silakan menarik anak-anak Anda dari sana," katanya dalam sebuah siaran stasiun televisi. ”Taman Gezi bukan milik pasukan pendudukan. Ini milik semua orang,” lanjut Erdogan, dikutip AFP.
Setelah pembicaraan yang berlangsung beberapa jam, Juru Bicara Partai AKP (partai pimpinan Erdogan) Huseyin Celik menegaskan pemerintah akan melakukan apa pun, termasuk referendum soal rencana pembongkaran taman itu. ”Kami ingin tahu berapa jumlah penduduk Istanbul (yang ikut referendum). Keputusannya sangat penting bagi kami,” katanya.
Di Istanbul, ribuan pengunjuk rasa menghabiskan malam di taman, setelah mereka menolak peringatan terakhir Erdogan meninggalkan Istanbul sebagai imbalan atas tawaran referendum.
(esn)