Iran bantah telah menyerukan pembicaraan dengan AS
Kamis, 13 Juni 2013 - 21:01 WIB
Iran bantah telah menyerukan pembicaraan dengan AS
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan Reuters, bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi telah mengirim surat kepada pemimpin tertinggi Iran beberapa bulan lalu dan menyerukan untuk melakukan pembicaraan luas dengan Washington.
"Juru Bicara Kementerian Luar Negeri negara kita membantah laporan Reuters tentang surat dari Menteri Luar Negeri kepada Pemimpin Tertinggi tentang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS)," lapor kantor berita ISNA, Rabu (12/6/2013).
Dia merujuk pada laporan khusus Reuters, bahwa mengutip sumber yang mengatakan Salehi mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menyerukan "diskusi yang luas dengan AS”.
Menurut laporan ISNA, juru bicara itu menggambarkan laporan Reuters sebagai klaim tak berdasar yang dilontarkan menjelang pemilihan presiden di Iran. “Ini adalah upaya dari Barat yang datang dari waktu ke waktu untuk membingungkan pendapat publik," kata laporan ISNA.
Sesuai jadwal, Pemilihan presiden Iran akan berlangsung pada Jumat (14/6/2013) mendatang. Sejumlah kandidat telah menyampaikan program mereka pada publik, jika kelak terpilih sebagai Presiden Iran. AS sendiri tak lagi memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak 1980 silam.
"Juru Bicara Kementerian Luar Negeri negara kita membantah laporan Reuters tentang surat dari Menteri Luar Negeri kepada Pemimpin Tertinggi tentang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS)," lapor kantor berita ISNA, Rabu (12/6/2013).
Dia merujuk pada laporan khusus Reuters, bahwa mengutip sumber yang mengatakan Salehi mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menyerukan "diskusi yang luas dengan AS”.
Menurut laporan ISNA, juru bicara itu menggambarkan laporan Reuters sebagai klaim tak berdasar yang dilontarkan menjelang pemilihan presiden di Iran. “Ini adalah upaya dari Barat yang datang dari waktu ke waktu untuk membingungkan pendapat publik," kata laporan ISNA.
Sesuai jadwal, Pemilihan presiden Iran akan berlangsung pada Jumat (14/6/2013) mendatang. Sejumlah kandidat telah menyampaikan program mereka pada publik, jika kelak terpilih sebagai Presiden Iran. AS sendiri tak lagi memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak 1980 silam.
(esn)