Walikota Moscow serukan tindakan tegas pada imigran gelap

Kamis, 13 Juni 2013 - 16:53 WIB
Walikota Moscow serukan...
Walikota Moscow serukan tindakan tegas pada imigran gelap
A A A
Sindonews.com - Walikota Moskow, Sergei Sobyanewqgfein menyerukan tindakan lebih tegas dan keras terhadap imigran gelap, Kamis (13/6/2013).

"Saat ini pemerintah kota tidak berhak untuk menghukum, mendeportasi, menangkap migran ilegal. Ini adalah hak prerogatif pemerintah pusat federal. Tapi, kita mendorong rekan-rekan kita untuk melakukan tindakan lebih keras sesuai dengan urgensi masalah ini," ungkap Sobyanin dalam sebuah wawancara dengan harian Izvestiya.

"Hari ini, Moskow punya 300 ribu migran ilegal. Jika kita mengambil langkah hukum atas apa yang mereka lakukan, maka Moskow akan menjadi kota paling taat hukum di dunia," ungkap Sobyanin.

Sobyanin kemudian memuji keputusan pemerintah federal untuk melarang para migran yang gagal kembali mendaftar kembali masuk ke Moskow. Seperti diketahui, awal pekan ini Presiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan aparat penegak hukum untuk fokus pada menangani kelompok kriminal dan migrasi ilegal.

Dalam kesempatan itu Putin menyerukan pengembangan kebijakan migrasi yang beradab. "Kami siap mempekerjakan warga asing yang berkualitas. Tapi, mereka harus beradaptasi dengan kehidupan di Rusia, dapat berbicara bahasa Rusia, mengetahui sejarah, dasar hukum dan menghormati tradisi di Rusia," ungkap Putin.

Alexander Roshchupkin, kepala agen keamanan fedaral Rusia (FSB) akhir Mei lalu memperingatkan, imigran ilegal merupakan ancaman bagi keamanan nasional, sebab itu dapat menjadi saluran masuk gerilyawan dan agen intelejen asing.

Rusia sangat bergantung pada buruh migran, tapi publik mulai berkomentar negatif atas melonjaknya tingkat kejahatan dan kesempatan kerja melemah selama satu dekade. Berdasarkan laporan badan imigrasi Rusia yang dirilis pada Maret lalu, jumlah pekerja migran di Rusia berjumlah 5 juta, dari jumlah itu hanya 60 persen dari mereka adalah pekerja ilegal.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
5 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
6 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved