Arab & Eropa ingin segera persenjatai pemberontak Suriah
Kamis, 13 Juni 2013 - 16:32 WIB
Arab & Eropa ingin segera persenjatai pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com -Presiden AS Barack Obama bimbang untuk memutuskan jadi tidaknya mempersenjatai pemberontak Suriah. Sedangkan negara-negara Arab dan Eropa memberi sinyal lebih agresif untuk memasok senjata ke pemberontak itu.
Langkah Arab dan Eropa itu dilakukan, setelah menyaksikan pasukan Pemerintah Suriah merebut kota strategis Qusair dari pemberontak pekan lalu. Sedangkan Penasihat Keamanan Senior Obama, telah mengadakan serangkaian pertemuan untuk mempertimbangkan membantu opisisi Suriah.
Minggu depan merupakan pertemuan puncak Kelompok Delapan untuk memberi kesempatan kepada Obama untuk mendiskusikan dengan pemimpin Inggris, Perancis dan Rusia guna memutuskan soal pembelaan terhadap oposisi Suriah.
”Jika tidak ada (AS) dalam keputusan minggu ini, saya pikir yang lainnya akan bertindak. Orang-orang Arab tidak mampu untuk kehilangan Suriah,” kata seorang diplomat yang berbicara tanpa mau disebut namanya, dikutip Reuters, Kamis (13/6/2013).
”Jika kita tidak bertindak, semua akan berakhir dengan tangan Arab dan lengan Euro,” kata Aaron David Miller, mantan Pejabat Senior AS yang sekarang di Pusat Cendekiawan Internasional di Washington. Senjata dan dana dari negara Arab dan Teluk telah dialirkan ke Pemberontak Suriah selama berbulan-bulan. Sementara negara-negara Eropa seperti Inggris dan Perancis telah mempertimbangkan hal serupa.
Di Washington pada Rabu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengisyaratkan kemungkinan melakukan lebih banyak untuk mendukungpemberontak Suriah, meskipun ia tidak memberikan rincian yang jelas. ”Kami sudah bertemu beberapa kali untuk mengkoordinasikan tindakan kita dand iplomasi kita pada dukungan untuk oposis,” kata Hague.
Langkah Arab dan Eropa itu dilakukan, setelah menyaksikan pasukan Pemerintah Suriah merebut kota strategis Qusair dari pemberontak pekan lalu. Sedangkan Penasihat Keamanan Senior Obama, telah mengadakan serangkaian pertemuan untuk mempertimbangkan membantu opisisi Suriah.
Minggu depan merupakan pertemuan puncak Kelompok Delapan untuk memberi kesempatan kepada Obama untuk mendiskusikan dengan pemimpin Inggris, Perancis dan Rusia guna memutuskan soal pembelaan terhadap oposisi Suriah.
”Jika tidak ada (AS) dalam keputusan minggu ini, saya pikir yang lainnya akan bertindak. Orang-orang Arab tidak mampu untuk kehilangan Suriah,” kata seorang diplomat yang berbicara tanpa mau disebut namanya, dikutip Reuters, Kamis (13/6/2013).
”Jika kita tidak bertindak, semua akan berakhir dengan tangan Arab dan lengan Euro,” kata Aaron David Miller, mantan Pejabat Senior AS yang sekarang di Pusat Cendekiawan Internasional di Washington. Senjata dan dana dari negara Arab dan Teluk telah dialirkan ke Pemberontak Suriah selama berbulan-bulan. Sementara negara-negara Eropa seperti Inggris dan Perancis telah mempertimbangkan hal serupa.
Di Washington pada Rabu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengisyaratkan kemungkinan melakukan lebih banyak untuk mendukungpemberontak Suriah, meskipun ia tidak memberikan rincian yang jelas. ”Kami sudah bertemu beberapa kali untuk mengkoordinasikan tindakan kita dand iplomasi kita pada dukungan untuk oposis,” kata Hague.
(esn)