Menlu Belanda prihatin pengiriman senjata ke Suriah
Senin, 10 Juni 2013 - 23:17 WIB
Menlu Belanda prihatin pengiriman senjata ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans, menyatakan rasa keprihatinan tentang pengiriman senjata bagi rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Pernyataan ini diungkapkan Timmermans pada Senin (10/6/2013).
"Dukungan dari Iran dan Hizbullah, tampaknya mengacaukan keseimbangan militer dan memberi keuntungan pada Bashar al-Assad," kata Timmermans dalam pertemuan dengan wartawan asing, seperti dikutip dari Xinhua.
Di bawah tekanan kuat dari Inggris dan Prancis, embargo senjata Uni Eropa terhadap pemberontak Suriah dicabut pada 1 Juni lalu. Tapi, Timmermans selalu menentang membuka jalan untuk suplai senjata yang akan dikirim.
“Itu hanya akan memperburuk kekerasan yang telah menelan setidaknya 80 ribu nyawa, menurut beberapa perkiraan,” ujar Timmermans. Hingga kini, Belanda bersikap skeptis, meski telah ada jaminan dari Inggris dan Perancis.
Belanda khawatir, suplai senjata yang dimaksudkan untuk memoderasi kelompok pemberontak Suriah, bisa saja jatuh ke tangan militan Islam yang lebih radikal. "Saya pikir itu akan menjadi sangat sulit bagi negara-negara bersedia untuk memberikan senjata untuk memastikan senjata tidak akan berakhir di tangan organisasi seperti al-Qaeda," kata Timmermans.
"Dukungan dari Iran dan Hizbullah, tampaknya mengacaukan keseimbangan militer dan memberi keuntungan pada Bashar al-Assad," kata Timmermans dalam pertemuan dengan wartawan asing, seperti dikutip dari Xinhua.
Di bawah tekanan kuat dari Inggris dan Prancis, embargo senjata Uni Eropa terhadap pemberontak Suriah dicabut pada 1 Juni lalu. Tapi, Timmermans selalu menentang membuka jalan untuk suplai senjata yang akan dikirim.
“Itu hanya akan memperburuk kekerasan yang telah menelan setidaknya 80 ribu nyawa, menurut beberapa perkiraan,” ujar Timmermans. Hingga kini, Belanda bersikap skeptis, meski telah ada jaminan dari Inggris dan Perancis.
Belanda khawatir, suplai senjata yang dimaksudkan untuk memoderasi kelompok pemberontak Suriah, bisa saja jatuh ke tangan militan Islam yang lebih radikal. "Saya pikir itu akan menjadi sangat sulit bagi negara-negara bersedia untuk memberikan senjata untuk memastikan senjata tidak akan berakhir di tangan organisasi seperti al-Qaeda," kata Timmermans.
(esn)