Mantan karyawan CIA bocorkan sistem mata-mata AS
Senin, 10 Juni 2013 - 08:48 WIB
Mantan karyawan CIA bocorkan sistem mata-mata AS
A
A
A
Sindonews.com - Seorang mantan pekerja CIA di Badan Keamanan Nasional AS membocorkan rahasia sistem mata-mata AS dalam pada wawancara yang diterbitkan media AS
Minggu (9/9/2013).
Tindakan mantan pekerja CIA itu diklaim untuk melindungi kebebasan hakiki orang-orang di seluruh dunia.
Sang pembocor, Edward Snowden,29, yang bersembunyi di sebuah kamar hotel di Hong Kong, mengatakan, ia sudah berpikir panjang dan keras sebelum mempublikasikan rincian program NSA dengan kode bernama PRISM.
Menurut Snoweden, AS telah membangun mesin spionase rahasia yang memata-matai setiap warga Amerika. Snowden adalah mantan asisten teknis di CIA, yang telah bekerja di NSA.
Alasan lain Snowden membocorkan sistem mata-mata AS, karena kecewa dengan Presiden Barack Obama, yang ia sebut hanya melanjutkan kebijakan pendahulunya, George W. Bush.
”Saya tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini,” katanya dalam rekaman video yang ditayangkan The Guradian, dikutip Reuters, Senin (10/6/2013).
”Saya tidak ingin hidup di dunia, di mana segala sesuatunya dicatat,” lanjut Snowden yang juga diterbitkan Washington Post. ”NSA telah membangun infrastruktur yang memungkinkan untuk membajak hampir semuanya.”
Penyadapan itu meliputi semua hal, termasuk password email, catatan telepon, hingga kartu kredit.
Minggu (9/9/2013).
Tindakan mantan pekerja CIA itu diklaim untuk melindungi kebebasan hakiki orang-orang di seluruh dunia.
Sang pembocor, Edward Snowden,29, yang bersembunyi di sebuah kamar hotel di Hong Kong, mengatakan, ia sudah berpikir panjang dan keras sebelum mempublikasikan rincian program NSA dengan kode bernama PRISM.
Menurut Snoweden, AS telah membangun mesin spionase rahasia yang memata-matai setiap warga Amerika. Snowden adalah mantan asisten teknis di CIA, yang telah bekerja di NSA.
Alasan lain Snowden membocorkan sistem mata-mata AS, karena kecewa dengan Presiden Barack Obama, yang ia sebut hanya melanjutkan kebijakan pendahulunya, George W. Bush.
”Saya tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini,” katanya dalam rekaman video yang ditayangkan The Guradian, dikutip Reuters, Senin (10/6/2013).
”Saya tidak ingin hidup di dunia, di mana segala sesuatunya dicatat,” lanjut Snowden yang juga diterbitkan Washington Post. ”NSA telah membangun infrastruktur yang memungkinkan untuk membajak hampir semuanya.”
Penyadapan itu meliputi semua hal, termasuk password email, catatan telepon, hingga kartu kredit.
(esn)