Aktris pengirim surat beracun ke Obama, sebut suaminya juga terlibat
Sabtu, 08 Juni 2013 - 15:50 WIB
Aktris pengirim surat beracun ke Obama, sebut suaminya juga terlibat
A
A
A
Sindonews.com - Shannon Guess Richardson, 35, seorang aktris yang tengah hamil asal Texas, Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kepada FBI, bahwa suaminya mengirim surat beracun kepada Presiden AS, Barack Obama dan Walikota New York, Michael Bloomberg.
Aktris film itu muncul di ruang sidang Texarkana, Jumat (7/6/2013), setelah dituduh mengirim surat dengan bahan racun ricin kepada presiden. Juru Bicara Kejaksaan AS, Davilyn Walston, mengatakan, akktris itu terancam penjara 10 tahun terkait tuduhan dari FBI.
Aktris dengan lima anak itu, ditangkap pada awal Jumat lalu, karena diduga mengirimkan surat beracun ke Gedung Putih, Washington, dan Walikota Bloomberg, bulan lalu. Melalui surat pernyataan ke FBI, Shannon menghubungi pihak berwenang pada 30 Mei, bahwa suaminya, Nathaniel Richardson, terlibat dalam kasus itu.
Namun, para peneliti menemukan kejanggalan dan inkonsistensi dari pernyataannya tersebut.”Nathaniel Richardson bekerja pada saat surat-surat beracun itu dibuat,” kata peneliti yang ragu denga klaim Shannon, dikutip Foxnews, Sabtu(8/6/2013).
Pengacara Nathaniel Richardson, John Delk, kepada The Associated Press, mengatakan, kliennya senang dengan penangkapan istrinya itu. Dia akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membuktikan, bahwa dia tidak bersalah.
”Saya yakin (Nathaniel Richardson) tidak terlibat, saya tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi,” kata Delk.
Aktris film itu muncul di ruang sidang Texarkana, Jumat (7/6/2013), setelah dituduh mengirim surat dengan bahan racun ricin kepada presiden. Juru Bicara Kejaksaan AS, Davilyn Walston, mengatakan, akktris itu terancam penjara 10 tahun terkait tuduhan dari FBI.
Aktris dengan lima anak itu, ditangkap pada awal Jumat lalu, karena diduga mengirimkan surat beracun ke Gedung Putih, Washington, dan Walikota Bloomberg, bulan lalu. Melalui surat pernyataan ke FBI, Shannon menghubungi pihak berwenang pada 30 Mei, bahwa suaminya, Nathaniel Richardson, terlibat dalam kasus itu.
Namun, para peneliti menemukan kejanggalan dan inkonsistensi dari pernyataannya tersebut.”Nathaniel Richardson bekerja pada saat surat-surat beracun itu dibuat,” kata peneliti yang ragu denga klaim Shannon, dikutip Foxnews, Sabtu(8/6/2013).
Pengacara Nathaniel Richardson, John Delk, kepada The Associated Press, mengatakan, kliennya senang dengan penangkapan istrinya itu. Dia akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membuktikan, bahwa dia tidak bersalah.
”Saya yakin (Nathaniel Richardson) tidak terlibat, saya tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi,” kata Delk.
(esn)