Hari ini, PM Palestina akan umumkan susunan kabinet
Kamis, 06 Juni 2013 - 07:00 WIB
Hari ini, PM Palestina akan umumkan susunan kabinet
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Palestina yang baru, Rami Hamdallah mengatakan, ia akan mengumumkan susunan pemerintahnya pada Kamis (6/6/2013) malam. Hamdallah menyatakan, bahwa kabinetnya akan memerintah hanya untuk masa transisi.
“Kebanyakan menteri dalam kabinet yang ada akan mempertahankan jabatan mereka. Konsultasi berada di tahap akhir dan mudah-mudahan kami akan mengumumkan pemerintah baru pada Kamis malam," kata Hamdallah pada Radio Suara Palestina, Rabu (5/6/2013).
"Kami sepakat dengan presiden, bahwa kebanyakan menteri akan tetap di tempatnya," kata Hamdallah, yang diangkat sebagai PM Palestina pada akhir pekan lalu oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Hamdallah menegaskan, bahwa pemerintahnya akan memerintah hanya untuk "masa transisi", sampai pembentukan pemerintah persatuan yang terdiri dari faksi Fatah dan Hamas. Hingga kini, koalisi seperti yang tercantum dalam perjanjian di Kairo, Mesir pada 2011, belum terlaksana.
Pada pertemuan di Kairo, Abbas dan Hamas menetapkan jangka waktu tiga bulan untuk melaksanakan ketentuan kunci dari perjanjian 2011. "Mari kita optimis dan berharap, bahwa kita dapat mencapai pemerintah persatuan pada 14 Agustus. Dan, saya akan melakukan segalanya dalam kekuasaan saya untuk melakukannya," kata Hamdallah.
"Saya meminta semua faksi Palestina untuk bekerja sama untuk mengakhiri situasi yang menyedihkan. Pemerintah tidak akan selalu memiliki kebijakan yang sama seperti sebelumnya," lanjut Hamdallah.
“Kebanyakan menteri dalam kabinet yang ada akan mempertahankan jabatan mereka. Konsultasi berada di tahap akhir dan mudah-mudahan kami akan mengumumkan pemerintah baru pada Kamis malam," kata Hamdallah pada Radio Suara Palestina, Rabu (5/6/2013).
"Kami sepakat dengan presiden, bahwa kebanyakan menteri akan tetap di tempatnya," kata Hamdallah, yang diangkat sebagai PM Palestina pada akhir pekan lalu oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Hamdallah menegaskan, bahwa pemerintahnya akan memerintah hanya untuk "masa transisi", sampai pembentukan pemerintah persatuan yang terdiri dari faksi Fatah dan Hamas. Hingga kini, koalisi seperti yang tercantum dalam perjanjian di Kairo, Mesir pada 2011, belum terlaksana.
Pada pertemuan di Kairo, Abbas dan Hamas menetapkan jangka waktu tiga bulan untuk melaksanakan ketentuan kunci dari perjanjian 2011. "Mari kita optimis dan berharap, bahwa kita dapat mencapai pemerintah persatuan pada 14 Agustus. Dan, saya akan melakukan segalanya dalam kekuasaan saya untuk melakukannya," kata Hamdallah.
"Saya meminta semua faksi Palestina untuk bekerja sama untuk mengakhiri situasi yang menyedihkan. Pemerintah tidak akan selalu memiliki kebijakan yang sama seperti sebelumnya," lanjut Hamdallah.
(esn)