Hakim diminta putuskan terdakwa penembakan Colorado tak bersalah
Rabu, 05 Juni 2013 - 11:15 WIB
Hakim diminta putuskan terdakwa penembakan Colorado tak bersalah
A
A
A
Sindonews.com – Hakim yang mengadili kasus penembakan di sebuah bioskop di Colorado, Amerika Serikat (AS), musim panas tahun lalu, diharap memutuskan terdakwa tidak bersalah. Permintaan ini diajukan, dengan alasan terdakwa mengalami gangguan jiwa.
Permohonan status gangguan jiwa dari pihak terdakwa, James Holmes itu sudah disampaikan. Holmes sedianya akan menghadapi eksekusi jika terbukti bersalah membunuh 12 penonton dalam pemutaran perdana sebuaah film di bioskop.
Hakim Distrik Arapahoe County, Carlos Samour Jr telah menunda dan mengesampingkan permohonan status gangguan jiwa pada James. ”Ketentuan yang mengharuskan terdakwa dengan kondisi gila untuk tunduk kepada pemeriksaan pengadilan dengan menunjuk psikiater, adalah inkonstitusional,” tulis Reuters, Rabu (5/6/2013), mengutip pendapat para hakim.
Kasus pembunuhan dengan pelaku yang mengalami gangguan jiwa, menjadi tantangan AS untuk menerapkan hukum yang tepat. Sebaliknya, mereka berpendapat hukuman berat bisa diberikan pada terdakwa kasus pembocoran informasi.
Holmes sendiri didakwa dengan beberapa tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan. Dia dituduh membunuh 12 penonton bioskop dan melukai puluhan lainnya, dengan mengumbar tembakan saat pemutaran Film Batman "The Dark Knight Rises" Juli lalu.
Permohonan status gangguan jiwa dari pihak terdakwa, James Holmes itu sudah disampaikan. Holmes sedianya akan menghadapi eksekusi jika terbukti bersalah membunuh 12 penonton dalam pemutaran perdana sebuaah film di bioskop.
Hakim Distrik Arapahoe County, Carlos Samour Jr telah menunda dan mengesampingkan permohonan status gangguan jiwa pada James. ”Ketentuan yang mengharuskan terdakwa dengan kondisi gila untuk tunduk kepada pemeriksaan pengadilan dengan menunjuk psikiater, adalah inkonstitusional,” tulis Reuters, Rabu (5/6/2013), mengutip pendapat para hakim.
Kasus pembunuhan dengan pelaku yang mengalami gangguan jiwa, menjadi tantangan AS untuk menerapkan hukum yang tepat. Sebaliknya, mereka berpendapat hukuman berat bisa diberikan pada terdakwa kasus pembocoran informasi.
Holmes sendiri didakwa dengan beberapa tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan. Dia dituduh membunuh 12 penonton bioskop dan melukai puluhan lainnya, dengan mengumbar tembakan saat pemutaran Film Batman "The Dark Knight Rises" Juli lalu.
(esn)