Thailand: Tak ada yang mau menampung pengungsi Rohingya
Rabu, 05 Juni 2013 - 03:29 WIB
Thailand: Tak ada yang mau menampung pengungsi Rohingya
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Thailand mengatakan, bahwa mereka tidak dapat menemukan negara lain yang bersedia menerima sekitar 2.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar, yang telah ditahan selama beberapa bulan di Thailand.
"Tidak ada negara ketiga yang siap untuk menampung mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Manasvi Srisodapol pada AFP, Selasa (4/6/2013). "Mereka khawatir, jika mereka menerima satu kelompok, puluhan atau ratusan ribu pengungsi lain akan mengikuti," lanjutnya.
Banyak pencari suaka telah dikurung di pusat penahanan di Thailand selama beberapa bulan terakhir. Hal ini mendorong kelompok Hak Asasi Manusia untuk meminta pembebasan mereka. Manasvi mengatakan, Pemerintah Thailand menyadari kondisi pusat penahanan yang penuh sesak.
"Instansi pemerintah Thailand saat ini sedang membahas cara dan solusi untuk memperbaiki kondisi mereka," tambahnya. Awalnya, Thailand menyatakan, pencari suaka akan diizinkan untuk tinggal selama enam bulan, sementara pemerintah akan bekerjasama dengan badan pengungsi PBB, UNHCR untuk mencoba untuk menemukan negara lain yang bersedia menerima mereka.
Para pengungsi yang tiba di Thailand, telah dibantu oleh Angkatan Laut Thailand untuk menuju Malaysia, atau ditahan sebagai imigran ilegal.
Juru bicara UNHCR, Vivian Tan mengatakan, hanya perdamaian yang memungkinkan para pengungsi bisa kembali ke negara asal mereka. Namun, hal itu tak bisa diwujudkan dalam waktu dekat.
Dia mengatakan, kondisi yang penuh sesak di pusat penahanan Thailand, memang tidak ideal. Tapi, pihak berwenang "mencoba yang terbaik untuk mengatasi masuknya orang-orang ini".
"Tidak ada negara ketiga yang siap untuk menampung mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Manasvi Srisodapol pada AFP, Selasa (4/6/2013). "Mereka khawatir, jika mereka menerima satu kelompok, puluhan atau ratusan ribu pengungsi lain akan mengikuti," lanjutnya.
Banyak pencari suaka telah dikurung di pusat penahanan di Thailand selama beberapa bulan terakhir. Hal ini mendorong kelompok Hak Asasi Manusia untuk meminta pembebasan mereka. Manasvi mengatakan, Pemerintah Thailand menyadari kondisi pusat penahanan yang penuh sesak.
"Instansi pemerintah Thailand saat ini sedang membahas cara dan solusi untuk memperbaiki kondisi mereka," tambahnya. Awalnya, Thailand menyatakan, pencari suaka akan diizinkan untuk tinggal selama enam bulan, sementara pemerintah akan bekerjasama dengan badan pengungsi PBB, UNHCR untuk mencoba untuk menemukan negara lain yang bersedia menerima mereka.
Para pengungsi yang tiba di Thailand, telah dibantu oleh Angkatan Laut Thailand untuk menuju Malaysia, atau ditahan sebagai imigran ilegal.
Juru bicara UNHCR, Vivian Tan mengatakan, hanya perdamaian yang memungkinkan para pengungsi bisa kembali ke negara asal mereka. Namun, hal itu tak bisa diwujudkan dalam waktu dekat.
Dia mengatakan, kondisi yang penuh sesak di pusat penahanan Thailand, memang tidak ideal. Tapi, pihak berwenang "mencoba yang terbaik untuk mengatasi masuknya orang-orang ini".
(esn)