PM baru Palestina akan perjuangkan rekonsiliasi
Selasa, 04 Juni 2013 - 22:48 WIB
PM baru Palestina akan perjuangkan rekonsiliasi
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Palestina yang baru diangkat, Rami Hamdallah, mengaku akan berusaha untuk melanjutkan pekerjaan pendahulunya. Ia juga menyatakan siap memperjuangkan persatuan Fatah dan Hamas.
Hamdallah menyatakan, ia berharap bisa berada di kursi PM Palestina setidaknya hingga Agustus mendatang, ketika pemerintah persatuan Fatah dan Hamas dibentuk.
"Pemerintah baru akan menjadi kelanjutan dari pemerintah terakhir, sebagian besar menteri akan terus bertugas di posisi mereka," kata Hamdallah pada radio Pemerintah Palestina, Senin (3/6/2013). Ia menambahkan, bahwa kabinet yang dibentuknya adalah "bagian dari upaya rekonsiliasi".
"Saya berharap, pada 14 Agustus mendatang, Presiden Mahmud Abbas akan membentuk pemerintahan baru sesuai dengan kesepakatan antara Hamas dan Fatah," jelasnya.
Penunjukan Hamdallah ini dilakukan pada hari terakhir tenggat waktu untuk menemukan pengganti PM sebelumnya, Salam Fayyad, yang mengundurkan diri pada pertengahan April, setelah berbulan-bulan terlibat ketegangan dengan Abbas.
"Presiden Abbas telah meminta saya untuk membentuk pemerintah baru, dan telah saya diterima," kata Hamdallah. Menurut hukum Palestina, Hamdallah memiliki waktu tiga pekan untuk membentuk pemerintahan.
Hamdallah menyatakan, ia berharap bisa berada di kursi PM Palestina setidaknya hingga Agustus mendatang, ketika pemerintah persatuan Fatah dan Hamas dibentuk.
"Pemerintah baru akan menjadi kelanjutan dari pemerintah terakhir, sebagian besar menteri akan terus bertugas di posisi mereka," kata Hamdallah pada radio Pemerintah Palestina, Senin (3/6/2013). Ia menambahkan, bahwa kabinet yang dibentuknya adalah "bagian dari upaya rekonsiliasi".
"Saya berharap, pada 14 Agustus mendatang, Presiden Mahmud Abbas akan membentuk pemerintahan baru sesuai dengan kesepakatan antara Hamas dan Fatah," jelasnya.
Penunjukan Hamdallah ini dilakukan pada hari terakhir tenggat waktu untuk menemukan pengganti PM sebelumnya, Salam Fayyad, yang mengundurkan diri pada pertengahan April, setelah berbulan-bulan terlibat ketegangan dengan Abbas.
"Presiden Abbas telah meminta saya untuk membentuk pemerintah baru, dan telah saya diterima," kata Hamdallah. Menurut hukum Palestina, Hamdallah memiliki waktu tiga pekan untuk membentuk pemerintahan.
(esn)