Tentara Suriah temukan 2 silinder berisi gas sarin
Minggu, 02 Juni 2013 - 15:43 WIB
Tentara Suriah temukan 2 silinder berisi gas sarin
A
A
A
Sindonews.com - Seorang sumber militer Suriah mengatakan, tentara berhasil menyita dua buah silinder berisi gas sarin beracun setelah membersihkan pemberontak dari pusat kota Hama, Sabtu (1/6/2013). Demikian dilaporkan SANA, kantor berita Suriah.
Sumber militer tersebut tidak memberikan rician lebih detail tentang penemuan dua sileder yang dikayini sebagai senjata kimia itu. Dikatakannya, silinder tersebut ditemukan saat tentara Suriah berhasil menjangkau sarang pemberontak, saat mereka tengah berada di lingkungan al-Faraieh di Hama.
Seperti diketahui pemerintah dan pemberontak Suriah sebelumnya saling tuding telah menggunakan senjata kimia dalam serangan mematikan di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo 3 Maret lalu. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
Pemerintah Suriah lantas menghimbau meminta Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon membentuk sebuah tim untuk melakukan sebuah penyelidikan secara independen dan imparsia atas serangan tersebut. Walid Muallem, Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan seruan Negara Eropa dan Liga Arab untuk mempersenjatai teroris telah membuat kelompok ini meningkatkan aksi mereka dengan melakukan kejahatan yang sangat menjijikan.
"Saya tekankan sekali lagi, jika Suriah memiliki senjata kimia, rezim Pemerintah Suriah tidak akan menggunakannya untuk melawan rakyat Suriah," ungkap Muallem
Sumber militer tersebut tidak memberikan rician lebih detail tentang penemuan dua sileder yang dikayini sebagai senjata kimia itu. Dikatakannya, silinder tersebut ditemukan saat tentara Suriah berhasil menjangkau sarang pemberontak, saat mereka tengah berada di lingkungan al-Faraieh di Hama.
Seperti diketahui pemerintah dan pemberontak Suriah sebelumnya saling tuding telah menggunakan senjata kimia dalam serangan mematikan di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo 3 Maret lalu. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
Pemerintah Suriah lantas menghimbau meminta Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon membentuk sebuah tim untuk melakukan sebuah penyelidikan secara independen dan imparsia atas serangan tersebut. Walid Muallem, Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan seruan Negara Eropa dan Liga Arab untuk mempersenjatai teroris telah membuat kelompok ini meningkatkan aksi mereka dengan melakukan kejahatan yang sangat menjijikan.
"Saya tekankan sekali lagi, jika Suriah memiliki senjata kimia, rezim Pemerintah Suriah tidak akan menggunakannya untuk melawan rakyat Suriah," ungkap Muallem
(esn)