China desak AS berhenti ikut campur soal Tianamen
Sabtu, 01 Juni 2013 - 23:28 WIB
China desak AS berhenti ikut campur soal Tianamen
A
A
A
Sindonews.com – China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti ikut campur dalam urusan dalam negeri China. Desakan ini dilontarkan China, setelah keluarnya pernyataan terbaru AS soal peristiwa di lapangan Tianamen pada 1989 silam.
"Kami mendesak pihak AS untuk membuang prasangka politik, benar-benar mendukung pembangunan China, segera memperbaiki kesalahan, dan berhenti ikut campur dalam urusan internal China agar tidak menyabotase hubungan China-AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, Sabtu (1/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas pernyataan dari Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, jelang peringatan tragedi Tianamen pada 4 Juni mendatang. “Peringatan ke 24 tahun penindasan kejam terhadap demonstrasi di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni, meminta AS untuk mengingat ini kehilangan tragis atas nyawa tak berdosa," kata Psaki.
"Kami memperbarui seruan kami pada Pemerintah Cina untuk mengakhiri pelecehan dari orang-orang yang berpartisipasi dalam protes dan pengusutan penuh atas mereka yang tewas, ditahan, atau hilang," lanjutnya.
Dalam tragedi di Lapangan Tianamen itu, aparat China dilaporkan membunuh ratusan demonstran yang dicap sebagai "kontra-revolusioner" selama protes pro-demokrasi di Beijing. Hingga kini, Pemerintah China tak pernah memberi angka resmi soal korban tragedi di Tianamen.
"Kami mendesak pihak AS untuk membuang prasangka politik, benar-benar mendukung pembangunan China, segera memperbaiki kesalahan, dan berhenti ikut campur dalam urusan internal China agar tidak menyabotase hubungan China-AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, Sabtu (1/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas pernyataan dari Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, jelang peringatan tragedi Tianamen pada 4 Juni mendatang. “Peringatan ke 24 tahun penindasan kejam terhadap demonstrasi di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni, meminta AS untuk mengingat ini kehilangan tragis atas nyawa tak berdosa," kata Psaki.
"Kami memperbarui seruan kami pada Pemerintah Cina untuk mengakhiri pelecehan dari orang-orang yang berpartisipasi dalam protes dan pengusutan penuh atas mereka yang tewas, ditahan, atau hilang," lanjutnya.
Dalam tragedi di Lapangan Tianamen itu, aparat China dilaporkan membunuh ratusan demonstran yang dicap sebagai "kontra-revolusioner" selama protes pro-demokrasi di Beijing. Hingga kini, Pemerintah China tak pernah memberi angka resmi soal korban tragedi di Tianamen.
(esn)