Polisi tangkap 25 pria terkait bentrok di utara Myanmar
Kamis, 30 Mei 2013 - 19:07 WIB
Polisi tangkap 25 pria terkait bentrok di utara Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Myanmar telah menangkap 25 pria yang dicurigai menyebabkan pecahnya kerusuhan komunal di Kota Lashio, negara bagian Shan, wilayah utara Myanmar. Laporan tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber resmi pemerintah Myanmar.
Sumber tersebut mengatakan, puluhan orang tersebut berasal dari dalam Kota Lashio. Meski telah menangkap puluhan orang, polisi masih terus melakukan pencarian di pintu masuk Kota Lashio untuk mencari tahu apakah ada pihak asing dari luar kota yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Sehari pasca kerusuhan, situasi di kota itu tempak tenang. Usai bentrokan antara umat Muslim dan Budha itu, polisi setempat memberlakukan jam malam hingga pukul 8 pagi.
Menurut pengakuan Haji Aung Lwin, seorang Muslim yang tinggal di sebuah desa di pinggiran Kota Lashio, bentrokan dipicu oleh pertengkaran antara seorang pria Muslim (48) dan wanita Budha (24) yang bekerja di sebuah pom bensin. Beberapa warga mengatakan, pria itu menyiram si wanita dengan bensin dan membakarnya.
“Setelah polisi menahan pria itu, umat Budha lokal mengepung kantor polisi dan menuntut dia diserahkan,” kata Aung. Ketika polisi menolak permintaan itu, kerumunan massa mengamuk.
Kabarnya, pria yang melancarkan aksi pembakaran tersebut memiliki sejumlah tablet perangsang. Masa yang tidak terima lantas membakar sepeda motor dan menyerang Masjid Myoma, dekat pasar Lashio.
Seorang saksi melaporkan melihat api di kota dan bangunan besar yang terbakar. Seorang pejabat pemerintah di Lashio mengatakan, sebuah masjid dan panti asuhan telah menjadi sasaran amuk massa dan hangus terbakar. Sejumlah toko yang berada di sekitar panti asuhan itu juga ikut hangus terbakar.
Sumber tersebut mengatakan, puluhan orang tersebut berasal dari dalam Kota Lashio. Meski telah menangkap puluhan orang, polisi masih terus melakukan pencarian di pintu masuk Kota Lashio untuk mencari tahu apakah ada pihak asing dari luar kota yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Sehari pasca kerusuhan, situasi di kota itu tempak tenang. Usai bentrokan antara umat Muslim dan Budha itu, polisi setempat memberlakukan jam malam hingga pukul 8 pagi.
Menurut pengakuan Haji Aung Lwin, seorang Muslim yang tinggal di sebuah desa di pinggiran Kota Lashio, bentrokan dipicu oleh pertengkaran antara seorang pria Muslim (48) dan wanita Budha (24) yang bekerja di sebuah pom bensin. Beberapa warga mengatakan, pria itu menyiram si wanita dengan bensin dan membakarnya.
“Setelah polisi menahan pria itu, umat Budha lokal mengepung kantor polisi dan menuntut dia diserahkan,” kata Aung. Ketika polisi menolak permintaan itu, kerumunan massa mengamuk.
Kabarnya, pria yang melancarkan aksi pembakaran tersebut memiliki sejumlah tablet perangsang. Masa yang tidak terima lantas membakar sepeda motor dan menyerang Masjid Myoma, dekat pasar Lashio.
Seorang saksi melaporkan melihat api di kota dan bangunan besar yang terbakar. Seorang pejabat pemerintah di Lashio mengatakan, sebuah masjid dan panti asuhan telah menjadi sasaran amuk massa dan hangus terbakar. Sejumlah toko yang berada di sekitar panti asuhan itu juga ikut hangus terbakar.
(esn)