Korban tewas ambruknya pabrik garmen di Bangladesh jadi 332 orang
Sabtu, 27 April 2013 - 14:43 WIB
Korban tewas ambruknya pabrik garmen di Bangladesh jadi 332 orang
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas dalam insiden ambruknya sebuah bangunan bertingkat delapan di Kota Savar, pinggiran Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, terus bertambah. Laporan terakhir menyebutkan, jumlah korban tewas lebih dari 300 orang, Sabtu (27/4/2013).
"Usai melakukan operasi penyelamatan sepanjang hari Jumat, jumlah Korban tewas akibat ambruknya pabrik garmen itu naik menjadi 332 orang," ungkap seorang polisi Bangladesh yang enggan disebutkan namanya.
Sejak meluncurkan operasi pencarian korban pada tiga hari lalu, sampai Sabtu pagi, tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan 2.500 pekerja. Polisi tersebut mengatakan, tim penyelamat masih akan melanjutkan operasi penyelamatan karena masih 761 orang dilaporkan hilang dan terjebak di balik reruntuhan gedung itu.
Sampai saat ini belum ada data pasti berapa banyak jumlah orang yang berada di dalam gedung tersebut sebelum ambruk. Seorang pekerja selamat dengan nama depan Mousumi (24) mengatakan, gedung bertingkat delapan tersebut berisi sekitar 5 ribu pekerja.
Namun, menurut asosiasi eskpor impor garmen nasional, Bangladesh Garment Manufacturers and Exporters Association (BGMEA), gedung bertingkat delapan itu mempekerjakan hampir 3.500 pegawai garmen. Ribuan pekerja tersebut dilaporkan bekerja di lantai 3 hingga 8, sementara dua lantai di bawahnya berisi toko dan sejumlah bank.
Semua korban tewas yang telah ditemukan adalah para pekerja dari lima pabrik pembuat merek ternama di tingkat global, yakni Phantom Apparels, Phantom Tac, Ether Tex, New Wave Style dan New Wave Bottoms.
"Usai melakukan operasi penyelamatan sepanjang hari Jumat, jumlah Korban tewas akibat ambruknya pabrik garmen itu naik menjadi 332 orang," ungkap seorang polisi Bangladesh yang enggan disebutkan namanya.
Sejak meluncurkan operasi pencarian korban pada tiga hari lalu, sampai Sabtu pagi, tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan 2.500 pekerja. Polisi tersebut mengatakan, tim penyelamat masih akan melanjutkan operasi penyelamatan karena masih 761 orang dilaporkan hilang dan terjebak di balik reruntuhan gedung itu.
Sampai saat ini belum ada data pasti berapa banyak jumlah orang yang berada di dalam gedung tersebut sebelum ambruk. Seorang pekerja selamat dengan nama depan Mousumi (24) mengatakan, gedung bertingkat delapan tersebut berisi sekitar 5 ribu pekerja.
Namun, menurut asosiasi eskpor impor garmen nasional, Bangladesh Garment Manufacturers and Exporters Association (BGMEA), gedung bertingkat delapan itu mempekerjakan hampir 3.500 pegawai garmen. Ribuan pekerja tersebut dilaporkan bekerja di lantai 3 hingga 8, sementara dua lantai di bawahnya berisi toko dan sejumlah bank.
Semua korban tewas yang telah ditemukan adalah para pekerja dari lima pabrik pembuat merek ternama di tingkat global, yakni Phantom Apparels, Phantom Tac, Ether Tex, New Wave Style dan New Wave Bottoms.
(esn)