Pabrik 8 lantai ambruk, 82 warga Bangladesh tewas
Rabu, 24 April 2013 - 17:19 WIB
Pabrik 8 lantai ambruk, 82 warga Bangladesh tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bangunan bertingkat delapan di Kota Savar, pinggiran Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, ambruk pada Rabu (24/4/2013) pukul 9 pagi waktu setempat. Tim medis mengatakan, insiden tersebut menewaskan lebih dari 80 orang dan melukai ratusan pekerja.
"Rumah Sakit Enam yang menjadi tujuan para korban sampai saat ini telah menerima 82 korban tewas dan merawat sekitar 700 korban luka-luka," ungkap Hiralal Roy, dokter gawat darurat di RS Enam, seperti dilansir AFP.
"Jumlah korban tewas mungkin akan terus bertambah, sebab beberapa korban luka-luka berada dalam kondisi kritis," imbuh Roy.
Mohammad Asaduzzaman, petugas kepolisian setempat mengatakan, ratusan personil pemadam kebakaran dan militer telah tiba di lokasi reruntuhan gedung. Berbekal pemotong beton dan derek, mereka mencoba mencari korban di antara reruntuhan gedung.
Menurut saksi mata, bencana ini Sangat mengerikan. Bangunan delapan lantai itu ambruk seperti habis diguncang gempa dahsyat dan hanya menyisakan bagian lantai dasar yang tak lain adalah Plaza Rana.
Muhiuddin Khan, Menteri Dalam Negeri Bangladesh mengatakan, bangunan tersebut dibanguan secara ilegal, karena melanggar ketentuan izin pembangunan. Besarnya jumlah korban tewas dalam inisiden ini mungkin akan mengundang pertanyaan banyak pihak tentang keselamatan dalam operasional pabrik garmen tersebut.
Sebelumnya, para pekerja yang masih bekerja dalam gedung telah mengeluh, bahwa mereka telah menemukan sejumlah retakan. Hal ini telah dilaporkan kepada manajer produksi pabrik garmen tersebut. Namun, manajer tersebut mengacuhkan laporan para pekerja dan memerintahkan karyawan untuk kembali bekerja.
"Para manajer memerintahkan kami melanjutkan pekerjaan, satu jam setelah kami kembali bekeja, pabrik ambruk diringi suara dentuman besar," ungkap seorang pekerja dengan nama depan Mousumi (24). "Saya selamat, tapi terluka. Hingga kini saya belum bertemu dengan suami saya, dia bekerja di lantai empat," imbuh Mousumi.
Mousumi mengatakan, gedung bertingkat delapan tersebut berisi sekitar 5 ribu pekerja. Selain para buruh garmen, bangunan tersebut juga berisi apartemen, bank, dan sejumlah toko-toko.
"Rumah Sakit Enam yang menjadi tujuan para korban sampai saat ini telah menerima 82 korban tewas dan merawat sekitar 700 korban luka-luka," ungkap Hiralal Roy, dokter gawat darurat di RS Enam, seperti dilansir AFP.
"Jumlah korban tewas mungkin akan terus bertambah, sebab beberapa korban luka-luka berada dalam kondisi kritis," imbuh Roy.
Mohammad Asaduzzaman, petugas kepolisian setempat mengatakan, ratusan personil pemadam kebakaran dan militer telah tiba di lokasi reruntuhan gedung. Berbekal pemotong beton dan derek, mereka mencoba mencari korban di antara reruntuhan gedung.
Menurut saksi mata, bencana ini Sangat mengerikan. Bangunan delapan lantai itu ambruk seperti habis diguncang gempa dahsyat dan hanya menyisakan bagian lantai dasar yang tak lain adalah Plaza Rana.
Muhiuddin Khan, Menteri Dalam Negeri Bangladesh mengatakan, bangunan tersebut dibanguan secara ilegal, karena melanggar ketentuan izin pembangunan. Besarnya jumlah korban tewas dalam inisiden ini mungkin akan mengundang pertanyaan banyak pihak tentang keselamatan dalam operasional pabrik garmen tersebut.
Sebelumnya, para pekerja yang masih bekerja dalam gedung telah mengeluh, bahwa mereka telah menemukan sejumlah retakan. Hal ini telah dilaporkan kepada manajer produksi pabrik garmen tersebut. Namun, manajer tersebut mengacuhkan laporan para pekerja dan memerintahkan karyawan untuk kembali bekerja.
"Para manajer memerintahkan kami melanjutkan pekerjaan, satu jam setelah kami kembali bekeja, pabrik ambruk diringi suara dentuman besar," ungkap seorang pekerja dengan nama depan Mousumi (24). "Saya selamat, tapi terluka. Hingga kini saya belum bertemu dengan suami saya, dia bekerja di lantai empat," imbuh Mousumi.
Mousumi mengatakan, gedung bertingkat delapan tersebut berisi sekitar 5 ribu pekerja. Selain para buruh garmen, bangunan tersebut juga berisi apartemen, bank, dan sejumlah toko-toko.
(esn)