China tak ingin terjadi kekacauan di Semenanjung Korea
Selasa, 09 April 2013 - 19:49 WIB
China tak ingin terjadi kekacauan di Semenanjung Korea
A
A
A
Sindonews.com – China menyatakan, bahwa mereka tak ingin melihat kekacauan di Semenanjung Korea. Pernyataan ini disampaikan China, setelah Korea Utara (Korut) memperingatkan semua warga asing yang berada di Korea Selatan (Korsel) untuk meninggalkan negara itu, mengingat adanya resiko perang nuklir.
“China menentang setiap sisi yang mengambil langkah untuk memperburuk situasi di Semenanjung Korea,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada para wartawan pada konferensi pers harian, Selasa (9/4/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Korut menyatakan, bahwa kawasan Semenanjung Korea sedang menuju ke tahap perang nuklir. Negara komunis itu pun menyerukan pada warga asing yang saat ini berada di Korsel untuk mempertimbangkan evakuasi.
"Situasi di Semenanjung Korea beringsut mendekati perang termo nuklir," kata laporan kantor berita resmi Korut, KCNA. Karena tak ingin melihat jatuhnya korban jiwa warga asing yang berada di Korsel, pernyataan itu meminta semua lembaga asing, perusahaan dan wisatawan untuk mengambil langkah-langkah untuk penampungan dan evakuasi demi keselamatan mereka.
Ini adalah seruan kedua yang dilontarkan Korut pada warga dan perwakilan asing yang berada di Semenanjung Korea. Sebelumnya, Korut juga sudah mengeluarkan imbauan bagi para perwakilan diplomatik di Pyongyang untuk mempertimbangkan evakuasi, jika konflik terjadi.
Dalam beberapa pekan terakhir ini, ketegangan di Semenanjung Korea kian memuncak. Dipicu oleh sanksi baru yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB dan latihan perang gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korsel, Korut lantas mengumbar sejumlah ancaman terhadap AS dan Korsel. Ini adalah salah satu periode terburuk di Semenanjung Korea sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953.
“China menentang setiap sisi yang mengambil langkah untuk memperburuk situasi di Semenanjung Korea,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada para wartawan pada konferensi pers harian, Selasa (9/4/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Korut menyatakan, bahwa kawasan Semenanjung Korea sedang menuju ke tahap perang nuklir. Negara komunis itu pun menyerukan pada warga asing yang saat ini berada di Korsel untuk mempertimbangkan evakuasi.
"Situasi di Semenanjung Korea beringsut mendekati perang termo nuklir," kata laporan kantor berita resmi Korut, KCNA. Karena tak ingin melihat jatuhnya korban jiwa warga asing yang berada di Korsel, pernyataan itu meminta semua lembaga asing, perusahaan dan wisatawan untuk mengambil langkah-langkah untuk penampungan dan evakuasi demi keselamatan mereka.
Ini adalah seruan kedua yang dilontarkan Korut pada warga dan perwakilan asing yang berada di Semenanjung Korea. Sebelumnya, Korut juga sudah mengeluarkan imbauan bagi para perwakilan diplomatik di Pyongyang untuk mempertimbangkan evakuasi, jika konflik terjadi.
Dalam beberapa pekan terakhir ini, ketegangan di Semenanjung Korea kian memuncak. Dipicu oleh sanksi baru yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB dan latihan perang gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korsel, Korut lantas mengumbar sejumlah ancaman terhadap AS dan Korsel. Ini adalah salah satu periode terburuk di Semenanjung Korea sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953.
(esn)