Suriah tolak tim penyelidik senjata kimia bentukan PBB

Selasa, 09 April 2013 - 13:54 WIB
Suriah tolak tim penyelidik...
Suriah tolak tim penyelidik senjata kimia bentukan PBB
A A A
Sindonews.com - Suriah tidak akan menerima tim yang akan menyidiki penggunaan senjata kimia di Suriah oleh PBB. Sebab, Sekjen PBB melakukan sesuatu yang bertentangan dengan permintaan awal Pemerintah Suriah saat pertama kali mengajukan pembentukan sebuah tim untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh pemberontak Suriah di Khan al-Assal, Aleppo pada 19 Maret silam.

"Meskipun sampai 3 April 2013 lalu ada kemajuan positif, tapi setelah Ban Ki-moon meminta pemeriksaan tambahan yang memungkinkan lebih banyak penyebaran misi tambahan PBB di seluruh wilayah Suriah, Pemerintah Suriah menilai langkah tersebut bertantangan dengan permintaan Suriah kepada PBB," ungkap sumber resmi Kemenlu Suriah, seperti dilansir SANA, kantor berita Suriah.

Pemerintah Suriah menegaskan, bahwa mereka tidak dapat menerima "manuver" Sekjen PBB dengan mempertimbangkan dampak negatif sepeti yang pernah terjadi di Irak yang akhirnya membukan jalan bagi invasi Amerika Serikat pada 2003 silam.

Pemerintah Suriah menyesalkan sikap Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menyerah atas tekanan dari sejumlah negara yang mendukung terjadinya pertumparan darah selama dua tahun terakhir di Suriah. "Kami melihat adanya niat tersembunyi sejumlah negara yang meminta tambahan tim invetigasi, hal ini merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah," imbuh pernyataan tersebut.

Sumber tersebut menambahkan, bahwa Suriah selalu siap bekerjasama dengan PBB untuk mengirimkan misi pengamat tanpa ada penyebaran tim tambahan.
"Suriah, sebelumnya secara khusus meminta PBB untuk mengutus pembentukan sebuah tim teknis yang netral dan jujur untuk untuk menyidiki penggunaan senjata kimia yang telah menewaskan 31 orang dan melukai hampir 100 orang.

Ungkapan tersebut disampaikan di hari yang sama setelah Ki-moon menyatakan, dalam 24 jam ke depan, pihaknya akan segera menyebar tim untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Ki-moon juga mendesak Pemerintah Suriah untuk memberikan lampu hijau sehingga pekerjaan bisa dimulai.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
6 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
8 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
8 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
10 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
11 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
12 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved