Parlemen Inggris akan gelar sesi khusus untuk kenang Thatcher
Selasa, 09 April 2013 - 08:00 WIB
Parlemen Inggris akan gelar sesi khusus untuk kenang Thatcher
A
A
A
Sindonews.com – Parlemen Inggris akan mengadakan sesi khusus untuk menghormati mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher yang wafat pada Senin (8/4/2013).
"Untuk menunjukkan rasa hormatnya, parlemen telah setuju untuk mengadakan sesi khusus guna menghormati Thatcher pada Rabu (10/4/2013),” kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
Cameron mempersingkat kunjungannya ke Eropa untuk kembali ke Inggris setelah mendengar kabar duka ini. Bendera Inggris di kediaman resmi Cameron, Downing Street 10, diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berduka.
Dalam konferensi pers yang diatur dengan terburu-buru di luar Downing Street, kantor di mana Thatcher memerintah sejak 1979 hingga 1990, Cameron mengatakan negara itu telah kehilangan seorang warga Inggris yang besar.
"Lebih dari 30 tahun sejak ia berdiri di sini, di Downing Street, untuk pertama kalinya. Dan, pengaruhnya di sini dan luar negeri masih luar biasa," kata Cameron. "Margaret Thatcher mencintai negara ini dan disajikan dengan semua dia punya. Untuk itu, dia memiliki tempat dalam sejarah dan rasa hormat, serta terima kasih abadi dari orang-orang Inggris," lanjutnya.
Thatcher meninggal dunia pada usia 87 tahun, setelah sebelumnya menderita stroke, Senin (8/4/2013) pagi. Demikian dinyatakan oleh Juru Bicara Thatcher, Lord Bell, seperti dikutip dari Reuters.
"Bersama ini, dengan sangat sedih Mark dan Carol Thatcher mengumumkan, bahwa ibu mereka Baroness Thatcher telah meninggal dengan tenang setelah menderita stroke pada pagi ini," ujar Bell.
Thatcher adalah PM Inggris yang konservatif pada periode 1979-1990. Dia adalah wanita pertama dan satu-satunya yang pernah memegang jabatan itu. Karena kebijakan-kebijakannya, Tatcher dijuluki sebagai "Iron Lady".
"Untuk menunjukkan rasa hormatnya, parlemen telah setuju untuk mengadakan sesi khusus guna menghormati Thatcher pada Rabu (10/4/2013),” kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
Cameron mempersingkat kunjungannya ke Eropa untuk kembali ke Inggris setelah mendengar kabar duka ini. Bendera Inggris di kediaman resmi Cameron, Downing Street 10, diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berduka.
Dalam konferensi pers yang diatur dengan terburu-buru di luar Downing Street, kantor di mana Thatcher memerintah sejak 1979 hingga 1990, Cameron mengatakan negara itu telah kehilangan seorang warga Inggris yang besar.
"Lebih dari 30 tahun sejak ia berdiri di sini, di Downing Street, untuk pertama kalinya. Dan, pengaruhnya di sini dan luar negeri masih luar biasa," kata Cameron. "Margaret Thatcher mencintai negara ini dan disajikan dengan semua dia punya. Untuk itu, dia memiliki tempat dalam sejarah dan rasa hormat, serta terima kasih abadi dari orang-orang Inggris," lanjutnya.
Thatcher meninggal dunia pada usia 87 tahun, setelah sebelumnya menderita stroke, Senin (8/4/2013) pagi. Demikian dinyatakan oleh Juru Bicara Thatcher, Lord Bell, seperti dikutip dari Reuters.
"Bersama ini, dengan sangat sedih Mark dan Carol Thatcher mengumumkan, bahwa ibu mereka Baroness Thatcher telah meninggal dengan tenang setelah menderita stroke pada pagi ini," ujar Bell.
Thatcher adalah PM Inggris yang konservatif pada periode 1979-1990. Dia adalah wanita pertama dan satu-satunya yang pernah memegang jabatan itu. Karena kebijakan-kebijakannya, Tatcher dijuluki sebagai "Iron Lady".
(esn)