Presiden China tekankan pentingnya intregitas Asia
Minggu, 07 April 2013 - 20:57 WIB
Presiden China tekankan pentingnya intregitas Asia
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Cina, Xi Jinping mengatakan, Asia kini menghadapi sebuah tantangan baru untuk menciptakan stabilitas dan memperingatkan tidak ada satu pihak yang diizinkan untuk melempar kawasan ini kedalam kekacauan. Ungkapan tersebut disampaikan Xi dalam sebuah pidato di forum internasional tahunan Boao di Hainan, selatan China, Minggu (7/4/2013).
"Tidak seharusnya ada toleransi bagi pihak yang mendorong terjadinya kekacauan untuk mendapatkan keuntungan atas keegoisannya. China akan tegas menegakan kedaulatan dan integritas teritorialnya," ungkap Xi. "Oleh karena itu, kita perlu melakukan upaya bersama untuk mengatasi kesulitan besar sekaligus memastikan stabilitas di Asia," imbuh Xi.
Xi mengatakan, stabilitas di Asia kini tengah mengadapi sebuah tantangan baru sebagai itu tempat isu panas bermunculan, semantara isu ancaman keamanan tradisional dan non tradisional hingga kini tetap eksis di Asia. Dia kemudian menyerukan masyarakat internasional mendorong terciptanya visi keamanan komperhensif, keamanan umum dan keamanan kooperatif.
"Visi tersebut diperlukan agar dunia dapat terus mengejar pembangunan secara umum dan terus membuat kemajuan satu lain. Oleh sebab itu, tidak ada satupun pihak yang boleh menggiring sebuah wilayah ataupun dunia ke dalam sebuah kekkacauan demi keuntungan yang bersifat egois," ungkap Xi.
Forum Boao disebut-sebut sebagai Forum Ekonomi Tahunan versi Asia. Forum yang diselanggarakan selama tiga hari ini dihadiri para pemimpin negara, pebisnis dan sejumlah akademisi dari Asia dan beberapa perwakilan dari benua lain. Forum ini mulai diadakan sejak 2001 silam guna membahas sejumlah masalah mendesak yang dihadapi oleh negara di kawasan Asia.
Pertemuan kali ini ikut dihadiri oleh Thein Sein (Presiden Myanmar), Enrique Pena Nieto (Presiden Meksiko), Christine Lagarde (Direktur Manajer Dana Moneter Internasional) dan Yasuo Fukuda, (mantan Perdana Menteri Jepang).
"Tidak seharusnya ada toleransi bagi pihak yang mendorong terjadinya kekacauan untuk mendapatkan keuntungan atas keegoisannya. China akan tegas menegakan kedaulatan dan integritas teritorialnya," ungkap Xi. "Oleh karena itu, kita perlu melakukan upaya bersama untuk mengatasi kesulitan besar sekaligus memastikan stabilitas di Asia," imbuh Xi.
Xi mengatakan, stabilitas di Asia kini tengah mengadapi sebuah tantangan baru sebagai itu tempat isu panas bermunculan, semantara isu ancaman keamanan tradisional dan non tradisional hingga kini tetap eksis di Asia. Dia kemudian menyerukan masyarakat internasional mendorong terciptanya visi keamanan komperhensif, keamanan umum dan keamanan kooperatif.
"Visi tersebut diperlukan agar dunia dapat terus mengejar pembangunan secara umum dan terus membuat kemajuan satu lain. Oleh sebab itu, tidak ada satupun pihak yang boleh menggiring sebuah wilayah ataupun dunia ke dalam sebuah kekkacauan demi keuntungan yang bersifat egois," ungkap Xi.
Forum Boao disebut-sebut sebagai Forum Ekonomi Tahunan versi Asia. Forum yang diselanggarakan selama tiga hari ini dihadiri para pemimpin negara, pebisnis dan sejumlah akademisi dari Asia dan beberapa perwakilan dari benua lain. Forum ini mulai diadakan sejak 2001 silam guna membahas sejumlah masalah mendesak yang dihadapi oleh negara di kawasan Asia.
Pertemuan kali ini ikut dihadiri oleh Thein Sein (Presiden Myanmar), Enrique Pena Nieto (Presiden Meksiko), Christine Lagarde (Direktur Manajer Dana Moneter Internasional) dan Yasuo Fukuda, (mantan Perdana Menteri Jepang).
(esn)