Israel: Saatnya bersikap tegas pada Iran
Minggu, 07 April 2013 - 20:53 WIB
Israel: Saatnya bersikap tegas pada Iran
A
A
A
Sindonews.com - Israel mengatakan, waktunya sudah tiba bagi negara kekuatan dunia untuk mengambil sikap tegas kepada Iran atas program nuklir mereka. Pernyataan tersebut datang setelah putaran terakhir perundingan nuklir Iran dengan kelompok enam P5 +1 (Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, plus Jerman) dikabarkan mencapai kemajuan meski tanpa terobosan baru yang jelas.
"Sudah saatnya bagi dunia mengambil sikap yang tegas dan mengatakan pada warga Iran bahwa permainan negosiasi telah berakhir," ungkap Yuval Steinitz, Menteri Intelijen dan Strategis Israel, seperti diberitakaan Maannews, Minggu (7/4/2013).
Steinitz mengatakan, Israel sebelumnya telah memperingatkan, bahwa Iran hanya menggunakan sejumlah putaran perundingan untuk mengulur waktu agar mereka memajukan tingkat pengayaan uranium sampai pada tahap mampu membuat senjata nuklir.
"Tanpa ancaman nyata dan signifikan, bersamaa dengan singkat, jelas dan waktu yang tidak menentu, sangat tidak mungkin membongkar program pengayaan nuklir tersebut," jelas Steinitz.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov usai mengatakan, kedua belah pihak yang berunding telah merinci semua keinginan masing-masing, sayangnya kedua belah pihak gagal bertemu di satu titik. "Kali ini kita gagal menghasilkan kecocokan dalam sebuah kompromi. Tapi pangkal atas masalah ini tetap ada," terang Ryabkov.
Sementara itu, Catherine Ashton, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan, negosiasi antara Iran dengan P5+1 tetap sama, posisi Iran tetap jauh dari substansi yang telah ditawarkan.
"Sudah saatnya bagi dunia mengambil sikap yang tegas dan mengatakan pada warga Iran bahwa permainan negosiasi telah berakhir," ungkap Yuval Steinitz, Menteri Intelijen dan Strategis Israel, seperti diberitakaan Maannews, Minggu (7/4/2013).
Steinitz mengatakan, Israel sebelumnya telah memperingatkan, bahwa Iran hanya menggunakan sejumlah putaran perundingan untuk mengulur waktu agar mereka memajukan tingkat pengayaan uranium sampai pada tahap mampu membuat senjata nuklir.
"Tanpa ancaman nyata dan signifikan, bersamaa dengan singkat, jelas dan waktu yang tidak menentu, sangat tidak mungkin membongkar program pengayaan nuklir tersebut," jelas Steinitz.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov usai mengatakan, kedua belah pihak yang berunding telah merinci semua keinginan masing-masing, sayangnya kedua belah pihak gagal bertemu di satu titik. "Kali ini kita gagal menghasilkan kecocokan dalam sebuah kompromi. Tapi pangkal atas masalah ini tetap ada," terang Ryabkov.
Sementara itu, Catherine Ashton, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan, negosiasi antara Iran dengan P5+1 tetap sama, posisi Iran tetap jauh dari substansi yang telah ditawarkan.
(esn)