Israel tembak mati dua remaja Palestina di Tepi Barat
Kamis, 04 April 2013 - 23:39 WIB
Israel tembak mati dua remaja Palestina di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan mengguncang wilayah Tepi Barat pada Kamis (4/4/2013), saat ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman Abu Hamdiyeh (64), seorang tahanan Palestina yang tewas dalam penjara Israel akibat penyakit kanker pada Selasa 2 April.
Di wilayah selatan Hebron, tentara Israel menembakkan peluru karet, setelah kerumunan warga Palestina mulai melakukan perlawanan terhadap pasukan Israel. Saat berita kematian Hamdiyeh ini menyebar, aksi protes memang langsung merebak di Tepi Barat, terutama di Hebron yang merupakan kota asal Hamdiyeh.
Aksi protes ini pun berubah menjadi bentrokan dengan tentara Israel. Di Desa Anabta, bentrokan berujung mematikan, ketika dua remaja Palestina ditembak mati oleh tentara Israel. Para pejabat keamanan Palestina mengatakan, Amer Nasser (17) ditembak di bagian kepala dan Naji Balbisi (19) ditembak di bagian dada.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas mengatakan, penembakan ini membahayakan upaya Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Abbas mengecam pembunuhan ini dan mengatakan bahwa Pemerintah Israel berada di belakang eskalasi ini.
"Pemerintah Israel bertanggung jawab atas dampak (negatif) pada upaya AS dan dunia internasional untuk memulai kembali perundingan damai. Israel sedang mencoba untuk menyalakan kekacauan. Tak bisa diterima, demonstrasi damai harus mengarah ke dua kematian," kata Abbas.
Di wilayah selatan Hebron, tentara Israel menembakkan peluru karet, setelah kerumunan warga Palestina mulai melakukan perlawanan terhadap pasukan Israel. Saat berita kematian Hamdiyeh ini menyebar, aksi protes memang langsung merebak di Tepi Barat, terutama di Hebron yang merupakan kota asal Hamdiyeh.
Aksi protes ini pun berubah menjadi bentrokan dengan tentara Israel. Di Desa Anabta, bentrokan berujung mematikan, ketika dua remaja Palestina ditembak mati oleh tentara Israel. Para pejabat keamanan Palestina mengatakan, Amer Nasser (17) ditembak di bagian kepala dan Naji Balbisi (19) ditembak di bagian dada.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas mengatakan, penembakan ini membahayakan upaya Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Abbas mengecam pembunuhan ini dan mengatakan bahwa Pemerintah Israel berada di belakang eskalasi ini.
"Pemerintah Israel bertanggung jawab atas dampak (negatif) pada upaya AS dan dunia internasional untuk memulai kembali perundingan damai. Israel sedang mencoba untuk menyalakan kekacauan. Tak bisa diterima, demonstrasi damai harus mengarah ke dua kematian," kata Abbas.
(esn)