Karzai persilahkan pemimpin Taliban nyapres di Pemilu 2014
Rabu, 03 April 2013 - 17:48 WIB
Karzai persilahkan pemimpin Taliban nyapres di Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan, pemimpin Taliban Mullah Mohammad Omar dapat ikut serta mengajukan diri dalam pemilihan presiden di negeri itu pada April 2014 mendatang.
Komentar tersebut disampaikan Karzai beberapa hari setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Qatar, untuk membahas pendirian markas Taliban di Qatar. Ini adalah salah satu syarat damai yang diajukan oleh Taliban Afghanistan.
"Omar dapat menjadi kandidat calon Presiden dalam pemilu mendatang. Dan, kita berikan kesempatan pada warga Afghanistan untuk mendukung atau sebaliknya melawan dia," ungkap Karzai dalam sebuah wawancara yang diterbitkan dalam surat kabar Sueddeutsche Zeitung.
Karzai mengatakan, konstitusi Afghanistan berlaku bagi semua warga Afghanistan, termasuk anggota Taliban yang merupakan bagian dari negara tersebut. "Jadi, Taliban harus mendapat keuntungan dari sistem yang berlaku," terang Karzai.
Seperti diketahui, Omar telah bersembuyi sejak Amerika Serikat (AS) melancarkan invasi pada 2001 lalu. Tahun lalu, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mencoret nama Omar dari daftar teroris yang paling dicari. FBI juga menghapus tuduhan, bahwa Omar berada di balik serangan 11 September ke AS.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Independen (IEC) Pakistan, Fazil Ahmad Manawi menegaskan, kalau pihaknya tidak akan memihak dalam pemilu 2014 mendatang.
"Kami bahkan bersiap-siap membuka peluang bagi oposisi bersenjata, baik itu kelompok Taliban atau Hezb-i-Islami untuk berpartisipasi dalam pemilu. Baik sebagai pemilih, maupun kandidat," ungkap Manawi seperti dibertakan Geo Tv.
Berdasarkan sistem pemilu yang berlaku di Afghanistan, para kandidat Presiden akan maju sebagai calon independen dan bukan sebagai perwakilan sebuah partai. Setiap individu yang berniat mencalonkan diri harus mendaftarkan diri ke IEC pada 6 Oktober 2013 mendatang. IEC akan menyerahkan daftar nominasi satu bulan berikutnya, tepatnya pada 16 November 2013.
Tapi, hingga kini, belum ada kandidat kuat yang bakal menggantikan posisi Karzai. Pemilu Presiden Afghanistan mendatang sangat penting untuk menciptakan stabilitas di Afghanistan pasca penarikan mundur pasukan NATO.
Komentar tersebut disampaikan Karzai beberapa hari setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Qatar, untuk membahas pendirian markas Taliban di Qatar. Ini adalah salah satu syarat damai yang diajukan oleh Taliban Afghanistan.
"Omar dapat menjadi kandidat calon Presiden dalam pemilu mendatang. Dan, kita berikan kesempatan pada warga Afghanistan untuk mendukung atau sebaliknya melawan dia," ungkap Karzai dalam sebuah wawancara yang diterbitkan dalam surat kabar Sueddeutsche Zeitung.
Karzai mengatakan, konstitusi Afghanistan berlaku bagi semua warga Afghanistan, termasuk anggota Taliban yang merupakan bagian dari negara tersebut. "Jadi, Taliban harus mendapat keuntungan dari sistem yang berlaku," terang Karzai.
Seperti diketahui, Omar telah bersembuyi sejak Amerika Serikat (AS) melancarkan invasi pada 2001 lalu. Tahun lalu, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mencoret nama Omar dari daftar teroris yang paling dicari. FBI juga menghapus tuduhan, bahwa Omar berada di balik serangan 11 September ke AS.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Independen (IEC) Pakistan, Fazil Ahmad Manawi menegaskan, kalau pihaknya tidak akan memihak dalam pemilu 2014 mendatang.
"Kami bahkan bersiap-siap membuka peluang bagi oposisi bersenjata, baik itu kelompok Taliban atau Hezb-i-Islami untuk berpartisipasi dalam pemilu. Baik sebagai pemilih, maupun kandidat," ungkap Manawi seperti dibertakan Geo Tv.
Berdasarkan sistem pemilu yang berlaku di Afghanistan, para kandidat Presiden akan maju sebagai calon independen dan bukan sebagai perwakilan sebuah partai. Setiap individu yang berniat mencalonkan diri harus mendaftarkan diri ke IEC pada 6 Oktober 2013 mendatang. IEC akan menyerahkan daftar nominasi satu bulan berikutnya, tepatnya pada 16 November 2013.
Tapi, hingga kini, belum ada kandidat kuat yang bakal menggantikan posisi Karzai. Pemilu Presiden Afghanistan mendatang sangat penting untuk menciptakan stabilitas di Afghanistan pasca penarikan mundur pasukan NATO.
(esn)