Tahanan Palestina di Israel meninggal akibat kanker
Selasa, 02 April 2013 - 22:37 WIB
Tahanan Palestina di Israel meninggal akibat kanker
A
A
A
Sindonews.com – Seorang tahanan Palestina, Abu Maysarah Hamdeya (64) meninggal di sebuah rumah sakit di Israel selatan akibat penyakit kanker yang dideritanya, Selasa (2/4/2013).
Hamyeda dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Israel pada 2002, karena dituding terlibat dalam rencana pemboman di sebuah kafe di Kota Jerusalem.
Kematian Hamdeya ini langsung memicu reaksi dari tahanan Palestina lainnya. Seperti dilaporkan Reuters, penjaga penjara Israel sampai harus menembakkan gas air mata untuk meredam gejolak yang ditimbulkan oleh para tahanan Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Israel telah lama mengabaikan permohonan untuk membebaskan Hamdeya. "Pemerintah Israel dalam kekerasan hatinya dan arogansi menolak untuk menanggapi upaya Palestina untuk menyelamatkan nyawa tahanan," kata Abbas di Kota Ramallah, Tepi Barat.
Hamdeya adalah tahanan Palestina kedua yang tewas dalam masa tahanan Israel pada tahun ini. Sebelumnya, Arafat Jaradat (30) meninggal setelah sesi interogasi pada Februari lalu. Para pejabat Palestina mengatakan, Jaradat dia telah disiksa, namun Israel membantah tuduhan itu.
Hamyeda dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Israel pada 2002, karena dituding terlibat dalam rencana pemboman di sebuah kafe di Kota Jerusalem.
Kematian Hamdeya ini langsung memicu reaksi dari tahanan Palestina lainnya. Seperti dilaporkan Reuters, penjaga penjara Israel sampai harus menembakkan gas air mata untuk meredam gejolak yang ditimbulkan oleh para tahanan Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Israel telah lama mengabaikan permohonan untuk membebaskan Hamdeya. "Pemerintah Israel dalam kekerasan hatinya dan arogansi menolak untuk menanggapi upaya Palestina untuk menyelamatkan nyawa tahanan," kata Abbas di Kota Ramallah, Tepi Barat.
Hamdeya adalah tahanan Palestina kedua yang tewas dalam masa tahanan Israel pada tahun ini. Sebelumnya, Arafat Jaradat (30) meninggal setelah sesi interogasi pada Februari lalu. Para pejabat Palestina mengatakan, Jaradat dia telah disiksa, namun Israel membantah tuduhan itu.
(esn)