Dua bocah temukan granat aktif di Lahad Datu
Senin, 01 April 2013 - 23:37 WIB
Dua bocah temukan granat aktif di Lahad Datu
A
A
A
Sindonews.com – Dua anak yang tengah bermain di dekat sebuah rumah, menemukan granat aktif di Kampung Tanjung Batu, Lahad Datu, Malaysia, Senin (1/4/2013) pagi. Seperti dilaporkan Bernama, dua anak penemu granat itu berusia 7 dan 10 tahun.
Tetangga kedua anak itu, Mad Ali Hassan (60), menuturkan, dirinya sedang membersihkan rumah ketika ia diberitahu tentang penemuan granat tersebut. "Meski sudah pensiun, namun sebagai mantan tentara, saya dapat mengenali granat ketika saya melihat benda itu dan salah satunya masih aktif,” jelas Hassan.
Diyakini, granat itu adalah peninggalan kelompok bersenjata loyalis Kesultanan Sulu yang sempat masuk ke daerah itu beberapa pekan lalu. Kelompok bersenjata itu terlibat bentrokan dengan pasukan Malaysia dan berhasil dipukul mundur keluar dari Lahad Datu.
Kini, dengan penemuan granat tersebut, muncul kekhawatiran baru soal amunisi yang tersisa akibat bentrokan bersenjata itu. "Kami berharap aparat keamanan akan membantu kita untuk membersihkan desa," lanjut Hassan.
Direktur Umum Ketertiban dan Keamanan Bukit Aman, Datuk Seri Salleh Mat Rasyid, menyarankan warga untuk segera melapor kepada aparat keamanan jika mereka menemukan granat atau benda mencurigakan lainnya.
"Kami berharap mereka tidak gegabah dalam hal ini. Bom aktif dapat meledak dan menyebabkan cedera. Kami ingin mereka memberitahu anak-anak mereka soal bahaya bermain dengan benda mematikan," katanya.
Tetangga kedua anak itu, Mad Ali Hassan (60), menuturkan, dirinya sedang membersihkan rumah ketika ia diberitahu tentang penemuan granat tersebut. "Meski sudah pensiun, namun sebagai mantan tentara, saya dapat mengenali granat ketika saya melihat benda itu dan salah satunya masih aktif,” jelas Hassan.
Diyakini, granat itu adalah peninggalan kelompok bersenjata loyalis Kesultanan Sulu yang sempat masuk ke daerah itu beberapa pekan lalu. Kelompok bersenjata itu terlibat bentrokan dengan pasukan Malaysia dan berhasil dipukul mundur keluar dari Lahad Datu.
Kini, dengan penemuan granat tersebut, muncul kekhawatiran baru soal amunisi yang tersisa akibat bentrokan bersenjata itu. "Kami berharap aparat keamanan akan membantu kita untuk membersihkan desa," lanjut Hassan.
Direktur Umum Ketertiban dan Keamanan Bukit Aman, Datuk Seri Salleh Mat Rasyid, menyarankan warga untuk segera melapor kepada aparat keamanan jika mereka menemukan granat atau benda mencurigakan lainnya.
"Kami berharap mereka tidak gegabah dalam hal ini. Bom aktif dapat meledak dan menyebabkan cedera. Kami ingin mereka memberitahu anak-anak mereka soal bahaya bermain dengan benda mematikan," katanya.
(esn)