Mantan PM Singapura desak pemerintah terima banyak imigran
Kamis, 21 Maret 2013 - 13:52 WIB
Mantan PM Singapura desak pemerintah terima banyak imigran
A
A
A
Sindonews.com - Lee Kuan Yew, Mantan Perdana Menteri Singapura mengatakan, pemerintah Singapura harus menerima bayak imigran untuk menebus rendahnya total tingkat kesuburan negara, Rabu (20/1/2013).
"Lihat Jepang, negara itu telah mengalami jumlah penurunan populasi, tapi mereka menolak menerima imgran asing. Saya melihat keputusan ini menjadi penyebab berkurangnya jumlah penduduk Jepang dalam 20 tahun belakangan. Jika kebijakan itu yang sama terus berlanjut, maka jumah itu akan terus berkurang dan nantinya semua akan berakhir!," ungkap Lee, seperti dilansir Xinhua.
Lee menuturkan, sebuah bangsa harus punya orang muda untuk mengerakan roda perekonomian dan kelompok muda akan melakukan komsumsi produk, seperti gadget dan berbagai bentuk makanan.
"Jika Anda tidak melakukan hal itu, tapi Anda melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Jepang, maka Anda hanya akan larut ke dalam kehampaan. Sebelum semuanya terjadi, kebijakan tersebut harus dirubah," ungkap Lee.
Setelah berhenti menjadi PM Singapura, baru kali ini Lee mengungkapkan kekhawatirannya seputar masalah demografi yang berkaitan dengan buku putih pertahanan Singapura. Jumlah polulasi Singapura saat ini mencapai 5,31 juta. Jika terus mengikuti kebijakan yang sama, diperkirakan jumlah penduduk mereka sampai 2030 hanya akan mencapai 6,5 juta - 6,9 juta jiwa.
"Lihat Jepang, negara itu telah mengalami jumlah penurunan populasi, tapi mereka menolak menerima imgran asing. Saya melihat keputusan ini menjadi penyebab berkurangnya jumlah penduduk Jepang dalam 20 tahun belakangan. Jika kebijakan itu yang sama terus berlanjut, maka jumah itu akan terus berkurang dan nantinya semua akan berakhir!," ungkap Lee, seperti dilansir Xinhua.
Lee menuturkan, sebuah bangsa harus punya orang muda untuk mengerakan roda perekonomian dan kelompok muda akan melakukan komsumsi produk, seperti gadget dan berbagai bentuk makanan.
"Jika Anda tidak melakukan hal itu, tapi Anda melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Jepang, maka Anda hanya akan larut ke dalam kehampaan. Sebelum semuanya terjadi, kebijakan tersebut harus dirubah," ungkap Lee.
Setelah berhenti menjadi PM Singapura, baru kali ini Lee mengungkapkan kekhawatirannya seputar masalah demografi yang berkaitan dengan buku putih pertahanan Singapura. Jumlah polulasi Singapura saat ini mencapai 5,31 juta. Jika terus mengikuti kebijakan yang sama, diperkirakan jumlah penduduk mereka sampai 2030 hanya akan mencapai 6,5 juta - 6,9 juta jiwa.
(esn)