Warga Palestina tak antusias soal kunjungan Obama
Selasa, 19 Maret 2013 - 21:48 WIB
Warga Palestina tak antusias soal kunjungan Obama
A
A
A
Sindonews.com – Menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama ke Kota Ramallah di Tepi Barat, Kamis 21 Maret mendatang, tak ada antusiasme berlebih yang ditunjukkan warga Palestina di wilayah itu.
Hal ini berbeda dengan saat Obama kali pertama terpilih sebagai Presiden AS pada 2009. Kala itu, kemenangan Obama disambut suka cita oleh warga Palestina. Banyak pemuda Palestina yang mencetak foto Obama di kaus mereka sebagai tanda ikut bersuka cita. Saat itu, warga Palestina berharap Obama bisa membawa perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Namun nyatanya, hal itu tak terwujud. Obama justru menunjukkan dukungan yang sangat kuat pada Pemerintah Israel, meski negara Yahudi itu terus melakukan pelanggaran dan penindasan terhadap warga Palestina.
Kifah Abu Khaled (48), seorang karyawan Pemerintah Palestina di Ramallah terdengar tak antusias saat membahas kunjungan Obama dengan tiga temannya di sebuah kedai kopi di pusat kota. Dia berkata dengan suara putus asa, bahwa Palestina tidak menunggu atau mengharapkan sesuatu dari Obama.
"Dia (Obama) tidak memiliki solusi ajaib untuk tujuan kita. Ia tidak akan berbeda dengan presiden As sebelumnya," kata Khaled. Tiga teman Khaled lainnya setuju dengan pendapat ini. Islam, salah satu dari mereka menambahkan "Pada dasarnya dia (Obama) datang ke Israel dan tidak peduli tentang situasi kita."
"Sebelumnya, kami benar-benar berharap bahwa Presiden Obama menemukan solusi yang adil untuk tujuan kita, yang belum terpecahkan selama beberapa dekade. Tapi, saat ini saya tidak percaya bahwa Obama akan membawa solusi yang adil dan ada rasa putus asa yang besar dan frustrasi di antara kita,” lanjutnya.
Obama akan tiba di Israel pada Rabu 20 Maret dan akan mengunjungi Ramallah keesokan harinya. Di Ramallah, Obama akan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Fatah.
Hal ini berbeda dengan saat Obama kali pertama terpilih sebagai Presiden AS pada 2009. Kala itu, kemenangan Obama disambut suka cita oleh warga Palestina. Banyak pemuda Palestina yang mencetak foto Obama di kaus mereka sebagai tanda ikut bersuka cita. Saat itu, warga Palestina berharap Obama bisa membawa perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Namun nyatanya, hal itu tak terwujud. Obama justru menunjukkan dukungan yang sangat kuat pada Pemerintah Israel, meski negara Yahudi itu terus melakukan pelanggaran dan penindasan terhadap warga Palestina.
Kifah Abu Khaled (48), seorang karyawan Pemerintah Palestina di Ramallah terdengar tak antusias saat membahas kunjungan Obama dengan tiga temannya di sebuah kedai kopi di pusat kota. Dia berkata dengan suara putus asa, bahwa Palestina tidak menunggu atau mengharapkan sesuatu dari Obama.
"Dia (Obama) tidak memiliki solusi ajaib untuk tujuan kita. Ia tidak akan berbeda dengan presiden As sebelumnya," kata Khaled. Tiga teman Khaled lainnya setuju dengan pendapat ini. Islam, salah satu dari mereka menambahkan "Pada dasarnya dia (Obama) datang ke Israel dan tidak peduli tentang situasi kita."
"Sebelumnya, kami benar-benar berharap bahwa Presiden Obama menemukan solusi yang adil untuk tujuan kita, yang belum terpecahkan selama beberapa dekade. Tapi, saat ini saya tidak percaya bahwa Obama akan membawa solusi yang adil dan ada rasa putus asa yang besar dan frustrasi di antara kita,” lanjutnya.
Obama akan tiba di Israel pada Rabu 20 Maret dan akan mengunjungi Ramallah keesokan harinya. Di Ramallah, Obama akan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Fatah.
(esn)