AS bantah tudingan Venezuela soal plot pembunuhan pemimpin oposisi
Selasa, 19 Maret 2013 - 21:42 WIB
AS bantah tudingan Venezuela soal plot pembunuhan pemimpin oposisi
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak tegas tuduhan keterlibatan mereka dalam komplotan yang dituding akan melakukan pembunuhan terhadap seorang pemimpin oposisi Venezuela.
"Biar saya katakan di sini dengan sangat jelas, AS dengan tegas menolak tuduhan keterlibatan pemerintah AS dalam plot untuk menggoyahkan pemerintah Venezuela atau untuk menyakiti siapa pun di Venezuela," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, Senin (18/3/2013).
Tuduhan itu dilontarkan sehari sebelumnya oleh acting Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Ia menuduh mantan diplomat AS, Roger Noriega dan Otto Reich, serta Pentagon dan CIA berada di balik komplotan untuk membunuh Henrique Capriles. Nama terakhir ini adalah saingan Maduro dalam pemilu Presiden Venezuela yang akan digelar pada 14 April mendatang.
Berbicara di stasiun televisi Pemerintah Venezuela, Maduro mengatakan, bahwa ia memiliki informasi yang dapat dipercaya yang menunjukkan adanya plot AS yang bertujuan untuk menyalahkan pemerintah Venezuela dan menciptakan kekacauan di Venezuela.
Sejak kematian mantan Presiden Hugo Chavez akibat kanker pada 5 Maret silam, Pemerintah Venezuela telah menuduh Washington mencoba mengguncang negara di Amerika Selatan dan berada di balik penyakit yang diderita Chavez.
Pada hari kematian Chavez, Venezuela mengusir dua diplomat AS. Tindakan ini dibalas AS dengan mengusir dua diplomat Venezuela.
"Biar saya katakan di sini dengan sangat jelas, AS dengan tegas menolak tuduhan keterlibatan pemerintah AS dalam plot untuk menggoyahkan pemerintah Venezuela atau untuk menyakiti siapa pun di Venezuela," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, Senin (18/3/2013).
Tuduhan itu dilontarkan sehari sebelumnya oleh acting Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Ia menuduh mantan diplomat AS, Roger Noriega dan Otto Reich, serta Pentagon dan CIA berada di balik komplotan untuk membunuh Henrique Capriles. Nama terakhir ini adalah saingan Maduro dalam pemilu Presiden Venezuela yang akan digelar pada 14 April mendatang.
Berbicara di stasiun televisi Pemerintah Venezuela, Maduro mengatakan, bahwa ia memiliki informasi yang dapat dipercaya yang menunjukkan adanya plot AS yang bertujuan untuk menyalahkan pemerintah Venezuela dan menciptakan kekacauan di Venezuela.
Sejak kematian mantan Presiden Hugo Chavez akibat kanker pada 5 Maret silam, Pemerintah Venezuela telah menuduh Washington mencoba mengguncang negara di Amerika Selatan dan berada di balik penyakit yang diderita Chavez.
Pada hari kematian Chavez, Venezuela mengusir dua diplomat AS. Tindakan ini dibalas AS dengan mengusir dua diplomat Venezuela.
(esn)