Afghanistan & AS kompromikan keberadaan pasukan di Wardak
Minggu, 17 Maret 2013 - 19:57 WIB
Afghanistan & AS kompromikan keberadaan pasukan di Wardak
A
A
A
Sindonews.com – Pejabat Afghanistan dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang mengkompromikan kemungkinan bagi Pasukan Khusus AS untuk tetap tinggal di Provinsi Wardak. Hal ini dilakukan sebagai imbalan atas pemberian kontrol penuh atas penjara Bagram pada Afghanistan.
"Mungkin ada kompromi di Wardak ketika sisi Afghanistan diberikan kontrol penuh atas penjara Bagram, yang akan membantu Presiden Karzai. Sebab, Presiden memandang masalah ini sebagai masalah kedaulatan," kata seorang pejabat senior pemerintah Afghanistan yang tak disebutkan namanya pada Reuters, Minggu (17/3/2013).
Sebelumnya, Karzai telah membuat keputusan untuk mengusir Pasukan Khusus AS dari provinsi Wardak yang berjarak 25 km dari Kota Kabul. Keputusan ini telah membuat marah para pejabat pertahanan AS. Mereka khawatir, jika Pasukan Khusus AS ditarik keluar dari Wardak, maka kaum militan akan menguasai wilayah itu dan menggunakan Wardak sebagai basis untuk menyerang Kabul.
Sebenarnya, Pasukan Khusus AS diharuskan meninggalkan Wardak pada pekan lalu. Namun, pejabat AS dan Afghanistan menyatakan pada Reuters, bahwa Pasukan Khusus AS masih ada di wilayah itu.
Dalam pembicaraan telepon yang dilakukan antara Karzai dan Sekretaris Pertahanan AS, Chuck Hagel, keduanya dilaporkan sepakat untuk melakukan pembicaraan pada pekan depan. Pada pertengahan pekan ini, kantor Karzai memperingatkan, bahwa penundaan penyerahan kendali atas penjara Bagram bisa membahayakan hubungan bilateral.
"Mungkin ada kompromi di Wardak ketika sisi Afghanistan diberikan kontrol penuh atas penjara Bagram, yang akan membantu Presiden Karzai. Sebab, Presiden memandang masalah ini sebagai masalah kedaulatan," kata seorang pejabat senior pemerintah Afghanistan yang tak disebutkan namanya pada Reuters, Minggu (17/3/2013).
Sebelumnya, Karzai telah membuat keputusan untuk mengusir Pasukan Khusus AS dari provinsi Wardak yang berjarak 25 km dari Kota Kabul. Keputusan ini telah membuat marah para pejabat pertahanan AS. Mereka khawatir, jika Pasukan Khusus AS ditarik keluar dari Wardak, maka kaum militan akan menguasai wilayah itu dan menggunakan Wardak sebagai basis untuk menyerang Kabul.
Sebenarnya, Pasukan Khusus AS diharuskan meninggalkan Wardak pada pekan lalu. Namun, pejabat AS dan Afghanistan menyatakan pada Reuters, bahwa Pasukan Khusus AS masih ada di wilayah itu.
Dalam pembicaraan telepon yang dilakukan antara Karzai dan Sekretaris Pertahanan AS, Chuck Hagel, keduanya dilaporkan sepakat untuk melakukan pembicaraan pada pekan depan. Pada pertengahan pekan ini, kantor Karzai memperingatkan, bahwa penundaan penyerahan kendali atas penjara Bagram bisa membahayakan hubungan bilateral.
(esn)