Pasukan keamanan Rusia bunuh 3 militan di Kaukasus
Selasa, 12 Maret 2013 - 19:08 WIB
Pasukan keamanan Rusia bunuh 3 militan di Kaukasus
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Rusia terlibat baku tembak mematikan dengan militan islamis di Provinsi Kabardino-Balkariaolisi, wilayah utara Kaukasus, Selasa (12/3/2013). Tiga korban jatuh dari pihak penyerangan dalam serangan tersebut, seperti dilansir Reuters. Aksi tembak menembak tersebut terjadi di wilayah yang mayoritas penduduknya muslim, sementara kristen hanya sebagian kecil.
Seorang, polisi Rusia mengatakan, baku tembak antara pasukan dengan militan tak terelakan saat pasukan keamanan meminta dua buah mobil yang tidak dapat menunjukan dokuman identifikasi. Tidak ada korban jatuh dari pihak Rusia. Namun, tiga orang militan dilaporkan tewas setelah ditembak polisi Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir wilayah Kaukasus utara yang berbatasan dengan Republik Chechnya, dirundung aksi pemberontakan yang dilancarkan oleh kelompok Islam. Mereka secara teratur melancarkan serangan terhadap polisi dan warga sipil di beberapa wilayah tetangga Dagestan, Ingushetia dan Kabardino-Balkaria.
Pasukan Keamanan Rusia sendiri telah berjuang selama satu dekade untuk melawan serangan yang dilancarkan kelompok separatis Chechnya. Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berulangkali menyerukan perdamian antar etnis maupun agama atas konflik yang mencuat pada Mei 2012 lalu.
Seorang, polisi Rusia mengatakan, baku tembak antara pasukan dengan militan tak terelakan saat pasukan keamanan meminta dua buah mobil yang tidak dapat menunjukan dokuman identifikasi. Tidak ada korban jatuh dari pihak Rusia. Namun, tiga orang militan dilaporkan tewas setelah ditembak polisi Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir wilayah Kaukasus utara yang berbatasan dengan Republik Chechnya, dirundung aksi pemberontakan yang dilancarkan oleh kelompok Islam. Mereka secara teratur melancarkan serangan terhadap polisi dan warga sipil di beberapa wilayah tetangga Dagestan, Ingushetia dan Kabardino-Balkaria.
Pasukan Keamanan Rusia sendiri telah berjuang selama satu dekade untuk melawan serangan yang dilancarkan kelompok separatis Chechnya. Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berulangkali menyerukan perdamian antar etnis maupun agama atas konflik yang mencuat pada Mei 2012 lalu.
(esn)