Bom bunuh diri di Irak, 3 tewas, 165 luka-luka
Senin, 11 Maret 2013 - 20:32 WIB
Bom bunuh diri di Irak, 3 tewas, 165 luka-luka
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pelaku bom bunuh diri melancarkan aksinya di sebuah kantor polisi di Kota Dibis, Irak, Senin (11/3/2013). Akibat aksi nekat ini, tiga orang dilaporkan tewas, sementara 165 lainnya menderita luka-luka.
“Kota itu dihuni oleh etnis campuran. Banyak dari mereka yang terluka adalah murid di sebuah sekolah menengah putri Kurdi, yang berdekatan dengan lokasi kejadian,” ujar Juru Bicara pemerintah setempat, Abdullah al-Salehi, seperti dikutip dari The Daily Star.
“Aksi pemboman itu menewaskan tiga orang dan melukai 165 lainnya,” kata Kepala Departemen Kesehatan Kirkuk, kota yang berdekatan dengan Dibis. Dibis adalah wilayah Kurdi yang ingin bergabung ke wilayah otonomi mereka di Irak utara.
Sementara itu, terjadi pula aksi penembakan yang menewaskan satu orang di Distrik Al-Amil, sebelah utara Kota Baghdad. Aksi serupa terjadi di wilayah Baquba dan sebelah utara Kota Mosul.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi kekerasan itu. Selama ini, kaum militan di Irak melakukan serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil dalam upaya untuk mengikis kepercayaan pada pemerintah.
“Kota itu dihuni oleh etnis campuran. Banyak dari mereka yang terluka adalah murid di sebuah sekolah menengah putri Kurdi, yang berdekatan dengan lokasi kejadian,” ujar Juru Bicara pemerintah setempat, Abdullah al-Salehi, seperti dikutip dari The Daily Star.
“Aksi pemboman itu menewaskan tiga orang dan melukai 165 lainnya,” kata Kepala Departemen Kesehatan Kirkuk, kota yang berdekatan dengan Dibis. Dibis adalah wilayah Kurdi yang ingin bergabung ke wilayah otonomi mereka di Irak utara.
Sementara itu, terjadi pula aksi penembakan yang menewaskan satu orang di Distrik Al-Amil, sebelah utara Kota Baghdad. Aksi serupa terjadi di wilayah Baquba dan sebelah utara Kota Mosul.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi kekerasan itu. Selama ini, kaum militan di Irak melakukan serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil dalam upaya untuk mengikis kepercayaan pada pemerintah.
(esn)