Militan Islam Nigeria klaim bunuh 7 sandera asing
Minggu, 10 Maret 2013 - 07:00 WIB
Militan Islam Nigeria klaim bunuh 7 sandera asing
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah kelompok militan Islam Nigeria, Ansaru, pada Sabtu (10/3/2013), mengaku telah membunuh tujuh sandera asing yang mereka culik bulan lalu dari sebuah perusahaan konstruksi di sebelah utara Nigeria. Sandera yang diculik terdiri dari seorang warga Inggris, seorang Italia, seorang Libanon, dan empat pekerja Yunani.
Seperti dikutip dari Reuters, Ansaru menyampaikan pernyataan itu lewat sebuah situs di internet. Pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Arab dan Inggris itu disertai dengan video yang dimaksudkan untuk menunjukkan para sandera tewas.
Ansaru adalah salah satu dari beberapa kelompok militan Islam yang telah menjadi ancaman utama keamanan di Nigeria. Kelompok yang terkait dengan al-Qaeda ini menculik tujuh sandera itu di komplek milik Setraco, sebuah perusahaan konstruksi Libanon, pada 7 Februari silam.
Meski Ansaru mengaku telah mengeksekusi sandera, namun pihak berwenang Nigeria mengatakan mereka tidak memiliki informasi atas pembunuhan tersebut dan meragukan kebenaran pernyataan Ansaru itu.
"Sejauh yang saya ketahui, hal itu tidak terjadi,” kata Komisaris Polisi Bauchi, Mohammed Ladan kepada Reuters ketika ditanya tentang pernyataan online Ansaru itu. Seorang pejabat intelijen di utara juga mengaku meragukan laporan tersebut, meskipun ia menyatakan bahwa beberapa tersangka terkait dengan penculikan itu telah ditangkap pekan lalu.
Seperti dikutip dari Reuters, Ansaru menyampaikan pernyataan itu lewat sebuah situs di internet. Pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Arab dan Inggris itu disertai dengan video yang dimaksudkan untuk menunjukkan para sandera tewas.
Ansaru adalah salah satu dari beberapa kelompok militan Islam yang telah menjadi ancaman utama keamanan di Nigeria. Kelompok yang terkait dengan al-Qaeda ini menculik tujuh sandera itu di komplek milik Setraco, sebuah perusahaan konstruksi Libanon, pada 7 Februari silam.
Meski Ansaru mengaku telah mengeksekusi sandera, namun pihak berwenang Nigeria mengatakan mereka tidak memiliki informasi atas pembunuhan tersebut dan meragukan kebenaran pernyataan Ansaru itu.
"Sejauh yang saya ketahui, hal itu tidak terjadi,” kata Komisaris Polisi Bauchi, Mohammed Ladan kepada Reuters ketika ditanya tentang pernyataan online Ansaru itu. Seorang pejabat intelijen di utara juga mengaku meragukan laporan tersebut, meskipun ia menyatakan bahwa beberapa tersangka terkait dengan penculikan itu telah ditangkap pekan lalu.
(esn)