Korut akan putuskan jalur komunikasi dengan Korsel
Jum'at, 08 Maret 2013 - 21:48 WIB
Korut akan putuskan jalur komunikasi dengan Korsel
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) mengaku akan memutuskan jalur komunikasi dengan Korea Selatan (Korsel), Jumat (8/3/2013). Pernyataan ini disampaikan, setelah sebelumnya Korut melontarkan ancaman serangan nuklir pendahuluan pada Amerika Serikat (AS).
"Korut membatalkan semua perjanjian non agresi yang dicapai antara Utara dan Selatan," kata Komite negara untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK) dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA. “Korut juga akan menutup saluran penghubung Panmunjom antara Utara dan Selatan," tambah pernyataan itu.
Saluran komunikasi itu di pasang di desa gencatan senjata yang memisahkan kedua negara itu. Sebelumnya, saluran komunikasi ini telah ditangguhkan selama hampir 10 bulan, sejak 2008 hingga 2009. Hingga kini, kedua Korea masih dalam status perang, setelah kedua negara mengakhiri perang 1950-1953 dengan perjanjian gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
Korut mengecam latihan perang bersama yang dilakukan Korsel dan AS selama dua bulan di wilayah Korsel. Korut menuduh AS menggunakan latihan militer di Korea Selatan (Korsel) sebagai landasan untuk perang nuklir.
Korut tengah menjadi sorotan dunia, karena telah mengeluarkan ancaman terhadap AS. Ancaman dilayangkan, setelah PBB menjatuhkan sanksi pada negara komunis itu. Sanksi dijatuhkan, karena Korut melakukan tes nuklir kali ketiga, beberapa pekan lalu.
"Korut membatalkan semua perjanjian non agresi yang dicapai antara Utara dan Selatan," kata Komite negara untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK) dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA. “Korut juga akan menutup saluran penghubung Panmunjom antara Utara dan Selatan," tambah pernyataan itu.
Saluran komunikasi itu di pasang di desa gencatan senjata yang memisahkan kedua negara itu. Sebelumnya, saluran komunikasi ini telah ditangguhkan selama hampir 10 bulan, sejak 2008 hingga 2009. Hingga kini, kedua Korea masih dalam status perang, setelah kedua negara mengakhiri perang 1950-1953 dengan perjanjian gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
Korut mengecam latihan perang bersama yang dilakukan Korsel dan AS selama dua bulan di wilayah Korsel. Korut menuduh AS menggunakan latihan militer di Korea Selatan (Korsel) sebagai landasan untuk perang nuklir.
Korut tengah menjadi sorotan dunia, karena telah mengeluarkan ancaman terhadap AS. Ancaman dilayangkan, setelah PBB menjatuhkan sanksi pada negara komunis itu. Sanksi dijatuhkan, karena Korut melakukan tes nuklir kali ketiga, beberapa pekan lalu.
(esn)