Korut ancam hentikan gencatan senjata dengan Korsel
Selasa, 05 Maret 2013 - 21:57 WIB
Korut ancam hentikan gencatan senjata dengan Korsel
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) mengancam akan menghentikan gencatan senjata dengan Korea Selatan (Korsel) yang sudah berlangsung sejak 1953 silam. Ancaman yang dikeluarkan pada Selasa (5/3/2013) ini, dilontarkan Korut sebagai tanggapan atas niat Korsel dan Amerika Serikat (AS) yang ingin menggelar latihan perang bersama.
"Kami benar-benar akan membatalkan gencatan senjata Korea, jika Korsel dan AS akan melanjutkan latihan militer tahunan yang berlangsung selama dua bulan,” ujar seorang Juru Bicara Komando Angkatan Darat Korut, seperti dilaporkan kantor berita KCNA.
Secara teknis, Korut dan Korsel masih dalam status perang, setelah kedua negara bersaudara ini terlibat peperangan di era 1950-1953. Perang itu berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian.
"Latihan perang yang dilakukan oleh AS dan boneka Korea Selatan adalah tindakan penghancuran sistematis yang ditujukan pada gencatan senjata Korea," lanjut Juru Bicara itu.
Saat ini, Korut tengah dibayangi sanksi tambahan atas uji coba nuklir yang mereka lakukan. Tes nuklir sebelumnya yang dilakukan Korut telah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan sejumlah sanksi, termasuk larangan impor teknologi nuklir dan rudal, embargo senjata dan larangan impor barang mewah.
"Kami benar-benar akan membatalkan gencatan senjata Korea, jika Korsel dan AS akan melanjutkan latihan militer tahunan yang berlangsung selama dua bulan,” ujar seorang Juru Bicara Komando Angkatan Darat Korut, seperti dilaporkan kantor berita KCNA.
Secara teknis, Korut dan Korsel masih dalam status perang, setelah kedua negara bersaudara ini terlibat peperangan di era 1950-1953. Perang itu berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian.
"Latihan perang yang dilakukan oleh AS dan boneka Korea Selatan adalah tindakan penghancuran sistematis yang ditujukan pada gencatan senjata Korea," lanjut Juru Bicara itu.
Saat ini, Korut tengah dibayangi sanksi tambahan atas uji coba nuklir yang mereka lakukan. Tes nuklir sebelumnya yang dilakukan Korut telah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan sejumlah sanksi, termasuk larangan impor teknologi nuklir dan rudal, embargo senjata dan larangan impor barang mewah.
(esn)