Mendagri Malaysia klaim militer tidak balas serangan
Jum'at, 01 Maret 2013 - 20:58 WIB
Mendagri Malaysia klaim militer tidak balas serangan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein dalam akun Twitternya mengonfirmasi adanya baku tembak di Lahad Datu, Sabah. Tapi penembakan tersebut bukan dilakukan oleh pasukan keamanan Malaysia, tetapi oleh anggota Kesultanan Sulu.
Menurutnya, militer Malaysia tidak membalas serangan tersebut. "Saya mengonfimasi bahwa pasukan keamanan belum mengeluarkan satu tembakan sekalipun sejak tembakan pertama pukul 10 pagi ini terjadi," tweet Hussein. "Tidak ada kematian," ungkap Hussein seperti dilansir The star
Sementara itu, Juru Bicara Presiden Filipina Abigail Valte mengatakan, pasukan keamanan Malaysia telah memberikan tembakan peringatan dan mengesampingkan adanya laporan telah terjadi baku tembak. "Ada sebuah tembakan peringatan. Tidak ada tembak menembak dan tidak ada korban tewas," ungkap Valte.
Anggota Jamalul Kiram II, pengikut Kesultanan Islam Sulu di Filipina selama lebih dari dua pekan terakhir terlibat konflik dengan militer Malaysia di desa yang berbatasan langsung dengan Filipina. Kiram mengatakan, kepala Kesultanan Islam Sulu pernah menguasai wilayah Kalimantan dan disewakan kepada Eropa pada 1870-an.
Meskipun kekuatan mereka memudar karena pengaruh penjajahan barat mereka tetap mendapat pembayaran sewa untuk wilayah Sabah tiap tahunya.
Menurutnya, militer Malaysia tidak membalas serangan tersebut. "Saya mengonfimasi bahwa pasukan keamanan belum mengeluarkan satu tembakan sekalipun sejak tembakan pertama pukul 10 pagi ini terjadi," tweet Hussein. "Tidak ada kematian," ungkap Hussein seperti dilansir The star
Sementara itu, Juru Bicara Presiden Filipina Abigail Valte mengatakan, pasukan keamanan Malaysia telah memberikan tembakan peringatan dan mengesampingkan adanya laporan telah terjadi baku tembak. "Ada sebuah tembakan peringatan. Tidak ada tembak menembak dan tidak ada korban tewas," ungkap Valte.
Anggota Jamalul Kiram II, pengikut Kesultanan Islam Sulu di Filipina selama lebih dari dua pekan terakhir terlibat konflik dengan militer Malaysia di desa yang berbatasan langsung dengan Filipina. Kiram mengatakan, kepala Kesultanan Islam Sulu pernah menguasai wilayah Kalimantan dan disewakan kepada Eropa pada 1870-an.
Meskipun kekuatan mereka memudar karena pengaruh penjajahan barat mereka tetap mendapat pembayaran sewa untuk wilayah Sabah tiap tahunya.
(esn)