Petani Myanmar gelar aksi protes, 1 polisi tewas
Rabu, 27 Februari 2013 - 22:02 WIB
Petani Myanmar gelar aksi protes, 1 polisi tewas
A
A
A
Sindonews.com - Seorang polisi tewas dan 42 orang terluka di Myanmar, Rabu (27/2/2013), selama berlangsungnya aksi protes yang digelar oleh kaum petani di negara itu. Para petani menggelar aksi protes atas terjadinya perampasan tanah oleh perusahaan swasta.
Usai berakhirnya era junta militer di Myanmar, banyak orang mengklaim hak mereka atas tanah-tanah pertanian di Myanmar. Sejumlah pihak terlibat sengketa dalam urusan ini.
Di antara mereka yang terluka, adalah 27 polisi yang mengamankan aksi protes hari ke enam di Desa Tracts Maletto, sekitar 64 km sebelah barat Yangon. Wilayah ini terletak di Delta Irrawaddy yang subur dan menjadi sumber padi Myanmar.
Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam di daerah itu. Namun, pengunjuk rasa yang kian agresif mengabaikan aturan itu. "Mereka terus menuntut penyerahan langsung tanah untuk mereka dan mulai menyerang polisi dengan tongkat, pisau belati, dan ketapel dengan anak panah," kata seorang polisi pada kantor berita Reuters.
Menurut petugas, polisi membalas serangan itu dengan melepaskan tembakan peringatan dan peluru karet. Para pejabat polisi tidak bisa memberikan informasi tentang sengketa tanah yang terjadi dan pejabat perusahaan tidak memberikan komentar atas kejadian ini.
Tanah yang disengketakan itu adalah milik Orchard Agriculture and Animal Husbandry Co. Selain lahan, juga terdapat kolam ikan di area itu. "Sekitar 1.000 hektar lahan telah disita pada 10 tahun lalu tanpa ada yang dilakukan pada lahan itu. Tidak ada yang tumbuh dan tidak ada ikan yang dipelihara di sana,” kata Win Cho, seorang aktivis Myanmar.
Usai berakhirnya era junta militer di Myanmar, banyak orang mengklaim hak mereka atas tanah-tanah pertanian di Myanmar. Sejumlah pihak terlibat sengketa dalam urusan ini.
Di antara mereka yang terluka, adalah 27 polisi yang mengamankan aksi protes hari ke enam di Desa Tracts Maletto, sekitar 64 km sebelah barat Yangon. Wilayah ini terletak di Delta Irrawaddy yang subur dan menjadi sumber padi Myanmar.
Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam di daerah itu. Namun, pengunjuk rasa yang kian agresif mengabaikan aturan itu. "Mereka terus menuntut penyerahan langsung tanah untuk mereka dan mulai menyerang polisi dengan tongkat, pisau belati, dan ketapel dengan anak panah," kata seorang polisi pada kantor berita Reuters.
Menurut petugas, polisi membalas serangan itu dengan melepaskan tembakan peringatan dan peluru karet. Para pejabat polisi tidak bisa memberikan informasi tentang sengketa tanah yang terjadi dan pejabat perusahaan tidak memberikan komentar atas kejadian ini.
Tanah yang disengketakan itu adalah milik Orchard Agriculture and Animal Husbandry Co. Selain lahan, juga terdapat kolam ikan di area itu. "Sekitar 1.000 hektar lahan telah disita pada 10 tahun lalu tanpa ada yang dilakukan pada lahan itu. Tidak ada yang tumbuh dan tidak ada ikan yang dipelihara di sana,” kata Win Cho, seorang aktivis Myanmar.
(esn)