Serangan pria bersenjata tewaskan 10 polisi Afghanistan
Rabu, 27 Februari 2013 - 19:22 WIB
Serangan pria bersenjata tewaskan 10 polisi Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok pria bersenjata melancarkan serangan ke sebuah pos pemeriksaan polisi, Selasa (26/2/2013) malam di timur Provinsi Ghazni, Afghanistan. Musa Khan Akbarzada, Gubernur Provinsi Ghazni mengatakan, serangan tersebut menewaskan lebih dari 17 orang, temasuk polisi lokal setempat.
"Sebanyak 10 polisi lokal Afghanistan (ALP) dan tujuh warga sipil tewas ditembak oleh pria bersenjata di Distrik Andar, Selasa malam. Para korban sepertinya diracuni terlebih dahulu, sebelum ditembak mati, " ungkap Akbarzada, seperti dilansir Xinhua, Rabu (27/2/2013).
Akbarzada mengatakan, sampai pengumuman ini disampaikan, dua petugas ALP masih dinyatakan hilang. Kepolisian kini telah mulai melakukan penyelidikan untuk membebaskan para polisi yang diculik, sekaligus menangkap para pembunuh.
Selain 10 polisi, tujuh di antara mereka yang tewas adalah penduduk sipil. Saat aksi penyerangan terjadi, para penduduk sipil tersebut tengah diperiksa di pos tersebut.
Hingga kini, aksi kekerasan masih kerap terjadi di Afghanistan. Selain ledakan bom, serangan bersenjata juga acap kali terjadi di sejumlah wilayah di negara itu. Kondisi ini membuat banyak pihak pesimis akan kondisi keamanan di negara itu pasca penarikan pasukan koalisi pada 2014 mendatang.
Sesuai jadwal, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat akan menarik pasukan tempur mereka dari Afghanistan pada 2014 mendatang. Selanjutnya, tanggung jawab keamanan akan diserahkan pada tentara dan polisi nasional Afghanistan. Banyak pihak ragu, aparat Afghanistan akan mampu mengemban tanggung jawab ini.
"Sebanyak 10 polisi lokal Afghanistan (ALP) dan tujuh warga sipil tewas ditembak oleh pria bersenjata di Distrik Andar, Selasa malam. Para korban sepertinya diracuni terlebih dahulu, sebelum ditembak mati, " ungkap Akbarzada, seperti dilansir Xinhua, Rabu (27/2/2013).
Akbarzada mengatakan, sampai pengumuman ini disampaikan, dua petugas ALP masih dinyatakan hilang. Kepolisian kini telah mulai melakukan penyelidikan untuk membebaskan para polisi yang diculik, sekaligus menangkap para pembunuh.
Selain 10 polisi, tujuh di antara mereka yang tewas adalah penduduk sipil. Saat aksi penyerangan terjadi, para penduduk sipil tersebut tengah diperiksa di pos tersebut.
Hingga kini, aksi kekerasan masih kerap terjadi di Afghanistan. Selain ledakan bom, serangan bersenjata juga acap kali terjadi di sejumlah wilayah di negara itu. Kondisi ini membuat banyak pihak pesimis akan kondisi keamanan di negara itu pasca penarikan pasukan koalisi pada 2014 mendatang.
Sesuai jadwal, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat akan menarik pasukan tempur mereka dari Afghanistan pada 2014 mendatang. Selanjutnya, tanggung jawab keamanan akan diserahkan pada tentara dan polisi nasional Afghanistan. Banyak pihak ragu, aparat Afghanistan akan mampu mengemban tanggung jawab ini.
(esn)