Iran & P5+1 lakukan pembicaraan di Almaty
Rabu, 27 Februari 2013 - 00:58 WIB
Iran & P5+1 lakukan pembicaraan di Almaty
A
A
A
Sindonews.com - Iran dan kekuatan dunia dari kelompok P5+1 telah melakukan putaran pertama tentang perundingan nuklir Iran. Pertemuan dilangsungkan di Kota Almaty, Kazakhstan, Selasa 26 Februari.
Sepanjang pembicaraan, P5 +1 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, dan Perancis plus Jerman, dilaporkan menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium hingga 20 persen dan menutup fasilitas nuklir Fordow dekat pusat kota Qom.
Sebagai imbalannya, pemerintah Barat akan meringankan sanksi perdagangan emas, petrokimia, dan sanksi perbankan terhadap Iran. Dalam pertemuan ini, Iran diwakili oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Saeed Jalili.
Iran dan grup P5+1 telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan fokus utama pada program energi nuklir Iran. Putaran terakhir perundingan antara Iran dan kelompok P5+1 diselenggarakan di Moskow pada Juni 2012.
Selama ini, AS, Israel dan beberapa sekutu mereka telah berulang kali menuduh Iran mengejar sasaran non-sipil dalam program energi nuklirnya. Atas dasar tuduhan itu, AS dan Uni Eropa telah memberlakukan beberapa putaran sanksi sepihak terhadap Iran.
Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi dan anggota dari Badan Energi Atom Internasional, mereka berhak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Sepanjang pembicaraan, P5 +1 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, dan Perancis plus Jerman, dilaporkan menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium hingga 20 persen dan menutup fasilitas nuklir Fordow dekat pusat kota Qom.
Sebagai imbalannya, pemerintah Barat akan meringankan sanksi perdagangan emas, petrokimia, dan sanksi perbankan terhadap Iran. Dalam pertemuan ini, Iran diwakili oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Saeed Jalili.
Iran dan grup P5+1 telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan fokus utama pada program energi nuklir Iran. Putaran terakhir perundingan antara Iran dan kelompok P5+1 diselenggarakan di Moskow pada Juni 2012.
Selama ini, AS, Israel dan beberapa sekutu mereka telah berulang kali menuduh Iran mengejar sasaran non-sipil dalam program energi nuklirnya. Atas dasar tuduhan itu, AS dan Uni Eropa telah memberlakukan beberapa putaran sanksi sepihak terhadap Iran.
Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi dan anggota dari Badan Energi Atom Internasional, mereka berhak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
(esn)