Aparat Portugal sita 380 ribu Euro palsu
Kamis, 21 Februari 2013 - 21:44 WIB
Aparat Portugal sita 380 ribu Euro palsu
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian Portugal mengaku berhasil menyita 1.901 lembar uang kertas pecahan 200 Euro palsu senilai 380.200 Euro. Aparat Portugal menyebut keberhasilan ini sebagai "penyitaan terbesar di dunia Euro palsu".
Ribuan lembar uang palsu itu ditemukan dalam sebuah operasi yang digelar Kepolisian Portugal di utara kota Porto pada Selasa 19 Februari. “Dalam operasi ini juga ditangkap seorang pria berusia 46 tahun,” sebut sebuah pernyataan Kepolisian Portugal.
Namun, polisi Portugal belum mau mengungkapkan identitas atau kebangsaan pria tersebut. Menurut polisi, uang kertas palsu itu memiliki kualitas yang sangat bagus, sehingga amat sulit dibedakan dengan uang asli.
Menurut Kepolisian Portugal, aktivitas pemalsuan uang kertas Euro telah marak sejak 2002 silam. Sejumlah negara Eropa jadi tempat pemasaran uang palsu itu. Negara-negara tersebut adalah Spanyol, Jerman, Italia, Bulgaria, dan Portugal sendiri.
Menurut BBC, ini adalah pengungkapan kasus pemalsuan Euro kedua yang dilakukan Kepolisian Portugal pada bulan ini. Sebelumnya, polisi telah berhasil membongkar jaringan pemalsu Euro yang terdiri dari lima warga negara Portugal.
Dari operasi ini berhasil disita uang palsu senilai 30 ribu Euro. Uang palsu yang ditemukan adalah pecahan 50 dan 20 Euro. Menurut Kepolisian Portugal, tumbuhnya Euro sebagai mata uang internasional telah menarik pelaku kejahatan terorganisir di Uni Eropa untuk memalsukan mata uang ini.
Ribuan lembar uang palsu itu ditemukan dalam sebuah operasi yang digelar Kepolisian Portugal di utara kota Porto pada Selasa 19 Februari. “Dalam operasi ini juga ditangkap seorang pria berusia 46 tahun,” sebut sebuah pernyataan Kepolisian Portugal.
Namun, polisi Portugal belum mau mengungkapkan identitas atau kebangsaan pria tersebut. Menurut polisi, uang kertas palsu itu memiliki kualitas yang sangat bagus, sehingga amat sulit dibedakan dengan uang asli.
Menurut Kepolisian Portugal, aktivitas pemalsuan uang kertas Euro telah marak sejak 2002 silam. Sejumlah negara Eropa jadi tempat pemasaran uang palsu itu. Negara-negara tersebut adalah Spanyol, Jerman, Italia, Bulgaria, dan Portugal sendiri.
Menurut BBC, ini adalah pengungkapan kasus pemalsuan Euro kedua yang dilakukan Kepolisian Portugal pada bulan ini. Sebelumnya, polisi telah berhasil membongkar jaringan pemalsu Euro yang terdiri dari lima warga negara Portugal.
Dari operasi ini berhasil disita uang palsu senilai 30 ribu Euro. Uang palsu yang ditemukan adalah pecahan 50 dan 20 Euro. Menurut Kepolisian Portugal, tumbuhnya Euro sebagai mata uang internasional telah menarik pelaku kejahatan terorganisir di Uni Eropa untuk memalsukan mata uang ini.
(esn)