Ribuan pasangan pengantin ikuti pernikahan massal

Senin, 18 Februari 2013 - 17:12 WIB
Ribuan pasangan pengantin...
Ribuan pasangan pengantin ikuti pernikahan massal
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 3.500 pasangan pengantin kemarin melangsungkan pernikahan massal di stadion olahraga Gapyeong, Korea Selatan (Korsel). Tidak hanya itu, pada saat bersamaan, lebih dari 24.000 orang–yang dikenal dengan Moonies–di berbagai negara juga melangsungkan pernikahan melalui jaringan video.

Pernikahan massal itu tidak hanya diikuti warga Korsel. Banyak warga dari berbagai negara lain ikut menikah setelah bertemu hanya beberapa hari dengan pasangannya. Upacara pernikahan itu dipimpin langsung Hak Ja-han, janda Sun Myungmoon, pendiri Gereja Unifikasi yang meninggal pada September lalu.

Uniknya, sebanyak 400 orang dari 3.500 orang yang melangsungkan pernikahan di Gapyeong ternyata dipilihkan pasangannya oleh Hak Ja-han. Aksi perjodohan tersebut sebelumnya juga dilakukan oleh mendiang suaminya. Pernikahan dengan perjodohan itu dikenal sebagai yang terbesar di dunia. ”Saya sangat gugup,” ujar Jin Davidson, 21, warga Amerika Serikat kepada AFP.

Dia merupakan salah satu orang yang menikah setelah dicarikan pasangan oleh Hak. ”Tiba-tiba pasangan perempuan hadir di depan saya, dan saya mengatakan oke,” ungkapnya. Davidson mengaku, baru pertama kali bertemu dengan pasangannya, Kotona Shimizu, 21, saat pernikahan itu.

Dia menyatakan, sangat sulit berkomunikasi dengan pasangannya yang berasal dari Jepang. ”Saya tak bisa berbahasa Jepang. Dia hanya dapat berbicara bahasa Inggris, tapi tidak lancar. Tapi, kita melihat itu sebagai tantangan yang menarik dan bukti mengenai keimanan kita,” imbuhnya.

Mereka mau dijodohkan setelah diberi pengertian bahwa romantisme cinta tanpa ikatan pernikahan itu justru mengajarkan pelecehan seksual dan pemilihan pasangan yang tidak tepat. Tak ayal, banyak pasangan yang menikah, meski hanya bertemu beberapa jam sebelum penikahan. Pernikahan massal itu dianggap mengajarkan pemahaman lintas budaya dan pernikahan lintas negara.

Namun, ada beberapa pasangan yang memang mencari cinta sejatinya sendiri. Lisa dari Trinidad and Tobago, misalnya, pertama bertemu dengan pasangannya, Hubert dari Polandia, melalui media Skype. Sebelumnya, pada Maret 2012, sebanyak 2.000 pasangan menikah massal. Pernikahan massal itu dimulai sejak awal 1960-an.

Dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak.Bahkan, pada 1997 sebanyak 30.000 pasangan menikah massal di Washington dan dua tahun kemudian 21.000 pasangan menikah di Stadion Olimpiade di Seoul.
(esn)
Berita Terkait
Keterkejutan Sosial
Keterkejutan Sosial
Saatnya Makna Baru Kata...
Saatnya Makna Baru Kata Sosial dalam Media Sosial
Pemprov DKI Gelontorkan...
Pemprov DKI Gelontorkan Rp17,18 Triliun untuk Program Bantuan Sosial
Komite III DPD RDP dengan...
Komite III DPD RDP dengan Jasa Raharja Bahas Sistem Jaminan Sosial Nasional
Ganjar: Tugas Negara...
Ganjar: Tugas Negara Menciptakan Keadilan Sosial, Bukan Bantuan Sosial
Komunikasi Jaminan Sosial
Komunikasi Jaminan Sosial
Berita Terkini
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
11 menit yang lalu
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
1 jam yang lalu
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
1 jam yang lalu
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
2 jam yang lalu
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
3 jam yang lalu
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved