Korban luka bertambah menjadi 1.200 orang
Sabtu, 16 Februari 2013 - 15:27 WIB
Korban luka bertambah menjadi 1.200 orang
A
A
A
Sindonews.com – Korban luka akibat ledakan meteor di wilayah Ural, Rusia tengah, Jumat 15 Februari pagi bertambah menjadi 1.200 orang. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri hanya melaporkan ada 500 orang yang menderita luka-luka.
“Sebagian besar terluka akibat pecahan kaca dari ribuan jendela yang hancur selama ledakan meteor. Selain itu juga banyak bangunan yang rusak,” ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia, Sabtu (16/2/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Warga di wilayah tersebut mengaku melihat bola api yang jatuh dari langit. Menurut badan antariksa Rusia, Roscosmos, diperkirakan bola api itu jatuh ke bumi dengan kecepatan 30 km per detik.
Wilayah yang paling parah terkena dampak ledakan meteor ini adalah Kota Satki, di wilayah Chelyabinsk. Namun, pihak berwenang mengatakan, meteor itu tidak menyebabkan kerusakan besar.
"Tidak ada kerusakan pada pemanasan, pasokan gas, dan suplai energi. Semua sistem bekerja dengan baik," kata Deputi Gubernur Chelyabinsk, Sergei Komyakov kepada wartawan.
“Sebagian besar terluka akibat pecahan kaca dari ribuan jendela yang hancur selama ledakan meteor. Selain itu juga banyak bangunan yang rusak,” ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia, Sabtu (16/2/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Warga di wilayah tersebut mengaku melihat bola api yang jatuh dari langit. Menurut badan antariksa Rusia, Roscosmos, diperkirakan bola api itu jatuh ke bumi dengan kecepatan 30 km per detik.
Wilayah yang paling parah terkena dampak ledakan meteor ini adalah Kota Satki, di wilayah Chelyabinsk. Namun, pihak berwenang mengatakan, meteor itu tidak menyebabkan kerusakan besar.
"Tidak ada kerusakan pada pemanasan, pasokan gas, dan suplai energi. Semua sistem bekerja dengan baik," kata Deputi Gubernur Chelyabinsk, Sergei Komyakov kepada wartawan.
(esn)