Jaksa Mesir seret 26 terdakwa terorisme ke pengadilan
Sabtu, 09 Februari 2013 - 23:49 WIB
Jaksa Mesir seret 26 terdakwa terorisme ke pengadilan
A
A
A
Sindonews.com – Jaksa Penuntut Mesir menyeret 25 warga Mesir dan seorang warga Tunisia ke Pengadilan Pidana untuk diadili atas tuduhan terorisme. Demikian dilaporkan kantor berita resmi MENA, Sabtu (9/2/2013).
Jaksa menuduh terdakwa telah membentuk suatu kelompok yang terorganisir, yang mengadopsi pemikiran ekstrim dan menganggap lembaga pemerintah dan otoritas Mesir sebagai orang kafir yang harus diperangi dengan kekuatan dan kekerasan.
Para terdakwa, yang termasuk tujuh buronan, juga dituduh atas kepemilikan ilegal senjata, amunisi, dan bahan peledak. Sebagian besar anggota kelompok, yang kini dikenal sebagai "Sel Kota Nasr," ditangkap di tempat persembunyian utama mereka di Kota Nasr.
Para tersangka ditangkap setelah sebelumnya terlibat baku tembak dengan polisi, yang akhirnya menewaskan salah satu anggota kelompok itu. Baku tembak ini terjadi pada Oktober 2012. Sejak itu, pihak berwenang Mesir langsung melakukan investigasi dan interogasi.
Penyelidikan mengungkapkan, bahwa kelompok itu berencana untuk menargetkan lembaga penting di Mesir, seperti pos militer, kantor polisi, dan departemen. Selain itu, kelompok ini juga merencanakan untuk pembunuhan tokoh masyarakat dan pengusaha Kristen.
Jaksa menuduh terdakwa telah membentuk suatu kelompok yang terorganisir, yang mengadopsi pemikiran ekstrim dan menganggap lembaga pemerintah dan otoritas Mesir sebagai orang kafir yang harus diperangi dengan kekuatan dan kekerasan.
Para terdakwa, yang termasuk tujuh buronan, juga dituduh atas kepemilikan ilegal senjata, amunisi, dan bahan peledak. Sebagian besar anggota kelompok, yang kini dikenal sebagai "Sel Kota Nasr," ditangkap di tempat persembunyian utama mereka di Kota Nasr.
Para tersangka ditangkap setelah sebelumnya terlibat baku tembak dengan polisi, yang akhirnya menewaskan salah satu anggota kelompok itu. Baku tembak ini terjadi pada Oktober 2012. Sejak itu, pihak berwenang Mesir langsung melakukan investigasi dan interogasi.
Penyelidikan mengungkapkan, bahwa kelompok itu berencana untuk menargetkan lembaga penting di Mesir, seperti pos militer, kantor polisi, dan departemen. Selain itu, kelompok ini juga merencanakan untuk pembunuhan tokoh masyarakat dan pengusaha Kristen.
(esn)