Sri Lanka tangkap 57 warganya yang coba kabur ke Australia
Kamis, 07 Februari 2013 - 23:14 WIB
Sri Lanka tangkap 57 warganya yang coba kabur ke Australia
A
A
A
Sindonews.com - Dalam upaya terbaru untuk mengekang penyelundupan manusia, Angkatan Laut (AL) Sri Lanka pada Kamis (7/2/2013) menangkap 57 warga lokal yang mencoba melarikan diri ke Australia secara ilegal.
Juru Bicara AL Sri Lanka, Kosala Warnakulasuriya mengatakan kepada Xinhua, bahwa 57 orang itu ditangkap di lepas pantai Kalkuda, di bagian barat utara negara itu.
"Mereka ditangkap pada Kamis dini hari dan kami membuat pengaturan untuk membawa mereka ke pelabuhan Trincomalee, sebelum menyerahkan mereka kepada pihak penegak hukum berwenang," kata Warnakulasuriya.
Penangkapan itu dilakukan hanya sehari setelah Australia mengumumkan, bahwa mereka menghargai hubungan dengan Sri Lanka dalam memerangi penyelundupan manusia.
Komisi Tinggi Australia di Kolombo, mengutip Menteri Luar Negeri Bob Carr mengatakan, bahwa Sri Lanka merupakan mitra regional yang penting bagi Australia dan memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan negara kepulauan.
"Kami menghargai kerjasama berkelanjutan kami dengan Sri Lanka untuk memerangi penyelundupan manusia di wilayah kami," kata Carr. "Sri Lanka memiliki warisan budaya yang kaya dan masyarakat yang aktif di Australia. Diperkirakan ada 110 ribu orang asal Sri Lanka yang tinggal dan bekerja di Australia," lanjutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Sri Lanka yang berupaya melarikan diri ke Australia dengan menggunakan perahu. Laporan menyebut, kenaikan tersebut hampir mencapai 4.000 orang.
Meskipun jumlah warga yang berupaya kabur secara ilegal masih besar, namun Pemerintah Sri Lanka telah menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menghentikan penyelundupan manusia dan AL negara itu secara aktif terlibat untuk menangkap kapal yang membawa pencari suaka di perairan teritorial negara itu.
Juru Bicara AL Sri Lanka, Kosala Warnakulasuriya mengatakan kepada Xinhua, bahwa 57 orang itu ditangkap di lepas pantai Kalkuda, di bagian barat utara negara itu.
"Mereka ditangkap pada Kamis dini hari dan kami membuat pengaturan untuk membawa mereka ke pelabuhan Trincomalee, sebelum menyerahkan mereka kepada pihak penegak hukum berwenang," kata Warnakulasuriya.
Penangkapan itu dilakukan hanya sehari setelah Australia mengumumkan, bahwa mereka menghargai hubungan dengan Sri Lanka dalam memerangi penyelundupan manusia.
Komisi Tinggi Australia di Kolombo, mengutip Menteri Luar Negeri Bob Carr mengatakan, bahwa Sri Lanka merupakan mitra regional yang penting bagi Australia dan memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan negara kepulauan.
"Kami menghargai kerjasama berkelanjutan kami dengan Sri Lanka untuk memerangi penyelundupan manusia di wilayah kami," kata Carr. "Sri Lanka memiliki warisan budaya yang kaya dan masyarakat yang aktif di Australia. Diperkirakan ada 110 ribu orang asal Sri Lanka yang tinggal dan bekerja di Australia," lanjutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Sri Lanka yang berupaya melarikan diri ke Australia dengan menggunakan perahu. Laporan menyebut, kenaikan tersebut hampir mencapai 4.000 orang.
Meskipun jumlah warga yang berupaya kabur secara ilegal masih besar, namun Pemerintah Sri Lanka telah menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menghentikan penyelundupan manusia dan AL negara itu secara aktif terlibat untuk menangkap kapal yang membawa pencari suaka di perairan teritorial negara itu.
(esn)